KABAR GLOBAL 23 MEI: AS Pusatkan Perhatian ke Korut, Sanksi AS ke Venezuela Kerek Harga Minyak

Berita seputar Amerika Serikat yang mulai fokus dalam persiapan KTT dengan Korea Utara serta sanksi AS ke Venezuela yang mengerek harga minyak menjadi topik utama media nasional pada hari ini, Rabu (23/5/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Mei 2018 07:44 WIB
. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar Amerika Serikat yang mulai fokus dalam persiapan KTT dengan Korea Utara serta sanksi AS ke Venezuela yang mengerek harga minyak menjadi topik utama media nasional pada hari ini, Rabu (23/5/2018).

Berikut rangkuman berita global di sejumlah media nasional:

AS Pusatkan Perhatian ke Korea Utara. Setelah tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China mereda, kini Negeri Paman Sam mulai fokus mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan Korea Utara. (Bisnis Indonesia)

Sanksi AS ke Venezuela Kerek Harga Minyak. Harga minyak mentah dunia kembali naik terdorong oleh gelombang sanksi terbaru dari Amerika Serikat ke Venezuela yang memicu kekhawatiran pada produksi minyak negara tersebut. (Bisnis Indonesia)

China Genjot Impor Gas Alam. Minat China terhadap komoditas gas alam cair dari Amerika Serikat diperkirakan semakin meningkat setelah kedua negara itu sepakat untuk menahan diri dari perang dagang berkelanjutan. (Bisnis Indonesia)

Uni Eropa Tawarkan Proposal Dagang ke AS. Proposal dari Uni Eropa untuk membuka pasar yang lebih luas terhadap produk Amerika Serikat (AS) termasuk otomotif tampaknya tidak mampu membujuk Presiden AS Donald Trump mencabut ancaman tarif impor baja dan aluminium kepada negara kawasan mata uang euro ini. Trump telah menetapkan tarif impor sebesar 25% pada baja dan 10% pada aluminium dengan alasan keamanan nasional. (Kontan)

Ekonomi Singapura Melambat. Perekonomian Singapura diperkirakan akan tumbuh moderat pada kuartal I 2018. Jajak pendapat Reuters yang digelar, Selasa (22/5), menunjukkan hasil yang sejalan dengan perkiraan awal yakni tumbuh 1,4% dibanding kuartal IV 2017. Proyeksi tersebut dapat meleset mengingat saat ini pertumbuhan sektor manufaktur dan ekspor elektronik yang melambat. (Kontan)

Aturan Mata Uang Digital. Mata uang digital telah menjadi sorotan bagi bank-bank sentral dunia. Bank of Japan menilai, bank-bank sentral di Eropa dan Amerika Serikat (AS) akan sangat berhati-hati untuk membuat gagasan atas rencana penerbitan aturan mata uang digital sebagai pengganti uang tunai. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top