DPR Minta Gubernur BI Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun meminta Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjoyo segera melakukan berbagai pembenahan internal untuk memperkuat kinerja bank sentral tersebut.
John Andhi Oktaveri | 24 Mei 2018 17:57 WIB
Perry Warjiyo (kanan) saat pengambilan sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023, di Jakarta, Kamis (24/5/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -  Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun meminta Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjoyo segera melakukan berbagai pembenahan internal untuk memperkuat kinerja bank sentral tersebut.

“Harapan saya kepada Pak Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI adalah segera melakukan konsolidasi internal di lingkungan Bank Indonesia,” ujarnya, Kamis (24/5). 

Menurutnya, melalui konsolidasi itu bisa dilakukan evaluasi yang menyeluruh atas semua kebijakan BI selain melakukan upaya sinkronisasi kebijakan moneter yang ada supaya bisa sejalan dengan kebijakan fiskal pemerintah. 

Politisi Partai Golkar itu juga meminta Gubernur BI untuk segera melakukan upaya yang sungguh-sungguh bagaimana memperkuat nilai tukar rupiah yang saat ini melemah. Selain itu, BI juga harus membangun komunikasi politik yang baik dengan Komisi XI DPR, ujanya.

“Dengan komunikasi politik yang baik antara BI dan Komisi XI DPR menjadi penting untuk memperkuat legitimasi kebijakan BI supaya bisa tersosialisasikan dengan baik di masyarakat,” katanya.

Gubernur BI periode 2018-2023 yang baru saja dilantik menggantikan Agus Martowardojo sebelumnya menyampaikan bberapa hal yang akan dijalankan kedepan dalam memimpin Bank Indonesia.

Perry mengungkapkan, pertama dia akan membawa Bank Indonesia secara penuh menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

“Secara khusus menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah, saya akan tetap mendukung upaya pertumbuhan, saya adalah pro stability dan pro growth,” ujar Perry usai pelantikan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Perry menjelaskan bahwa untuk menjalankan pro stability dan pro growth ada lima instrumen yang diprioritaskan untuk mendukung dua kebijakan tersebut. Namun, satu prioritas akan dijadikan fokus untuk jaga stabilitas. "Satu instrumen kami akan otoritaskan untuk jaga stabilitas. Tapi kami ada empat instrumen untuk pro growth," ujarnya. 

 

Tag : Rupiah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top