BI Bakal Gelar RDG Tambahan. Ada Apa? Berikut Prediksi Analis

Belum lama dilantik, Gubernur baru Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sudah melancarkan gebrakannya. BI memutuskan untuk mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan tambahan pada Rabu, 30 Mei 2018.
Renat Sofie Andriani | 28 Mei 2018 12:12 WIB
. - .JIBI

Bisnis.com, JAKARTA– Belum lama dilantik, Gubernur baru Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sudah melancarkan gebrakannya. BI memutuskan untuk mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan tambahan pada Rabu, 30 Mei 2018.

RDG Bulanan tambahan ini akan membahas kondisi ekonomi dan moneter terkini serta prospek ke depan. Sementara itu, RDG Bulanan regular akan tetap digelar sesuai jadwal.

Rencana ini sendiri telah diungkapkan Perry sebelumnya. Dilansir dari Bloomberg, sehari setelah dilantik (Jumat, 25/5), Perry mengatakan Dewan Gubernur memiliki ruang lingkup untuk menggelar rapat kebijakan tak terjadwal sebelum rapat reguler berikutnya pada 27-28 Juni.

Hal ini dilakukan jika perkembangan baru memerlukan respons yang lebih cepat terhadap ketidakstabilan pasar saat ini.

“Jika terlihat perkembangan baru yang membutuhkan respons lebih cepat, adalah wajar dan mungkin bagi kami untuk melakukan rapat dewan gubernur sebelum 27 Juni,” tutur Perry kepada awak media di Jakarta, seperti dikutip Bloomberg.

Bank Indonesia, ungkapnya, akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk membendung aksi jual, yang telah menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda, bahkan setelah BI pekan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2014.

Seperti diketahui, BI telah memutuskan menaikkan BI 7-day reverse repo rate (7-DRRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5% pada pertemuan kebijakan tanggal 17 Mei. Penaikan suku bunga acuan dilakukan untuk merespons kondisi nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi.

Namun, situasi atau nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tak banyak berubah pascapenaikan tersebut. Rupiah bahkan beberapa kali menembus level Rp14.200 per dolar AS.

Akan tetapi, nilai tukar mata uang garuda berhasil menguat dalam tiga hari perdagangan terakhir bahkan terpantau menguat 135 poin atau hampir 1% ke Rp13.990 atau meninggalkan level Rp14.000 pada perdagangan siang ini pukul 11.38 WIB.

Perry menekankan bahwa fokus jangka pendek Bank Indonesia adalah prioritas stabilisasi rupiah dan kebijakan moneter demi memastikan nilai tukar yang stabil.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan terkait kebijakan BI ini satu di antaranya adalah RDG insidental yang akan digelar BI pada Rabu, 30 Mei 2018.

“RDG insidental ini merupakan pengakuan bahwa BI pada bulan-bulan yang lalu behind the curve. Kenaikan BI 7-DRRR sebesar 25 bps pada bulan Mei yang lalu terlambat dan terlalu kecil,” jelas Piter ketika dihubungi Bisnis.com.

Pasar, katanya, berharap bahwa RDG insidental BI pada tanggal 30 Mei akan mengoreksi hal tersebut.

“BI sudah memberikan sinyal yang kuat akan kembali menaikkan suku bunga. Walaupun sedikit terlambat tapi lebih baik daripada membiarkan kesalahan tanpa upaya memperbaikinya,” lanjut Piter.

Menurutnya, BI akan menaikkan BI 7-DRRR sebesar 25 basis poin pada RDG tanggal 30 Mei, mengoreksi kenaikan yang hanya sebesar 25 bps dalam pertemuan kebijakan pada tanggal 17 Mei 2018.

 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, bank indonesia
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top