Kestabilan Fiskal Jadi Penahan Gejolak Global

Kementerian Keuangan mengklaim implementasi APBN sejauh ini masih sehat, sehingga mampu menahan gejolak global yang mengganggu perekonomian domestik.
M. Richard | 28 Mei 2018 11:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. - .Antara/Sigid Kurniawan

 

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan mengklaim implementasi APBN sejauh ini masih sehat, sehingga mampu menahan gejolak global yang mengganggu perekonomian domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, APBN sebagai instrumen fiskal masih memiliki ruang yang sangat lebar.

"Kita akan menjaga ini agar pemerintah punya instrumen dalam mengahadapi ketidakpastian dari luar, ini penting secara policy," katanya di Konferensi Pers Penguatan Koordinasi Untuk Stabilisasi dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Dia memaparkan, defisit APBN sejauh ini mencapai Rp55,1 triliun, atau lebih kecil dari tahun sebelumnya, yakni Rp72,2 triliun.

Keseimbangan primer juga memberikan surplus yang lebih baik yakni Rp24,2 triliun, atau jauh lebih besar dibanding tahun lalu Rp3,7 triliun.

Penerimaan pajak telah mencapai Rp416,9 triliun, atau tumbuh 11,2% jika dimasukkan amnesti pajak, atau 15% jika tanpa amnesti pajak.

"Oleh karena itu kita akan melihat kebijakan fiskal, dan kita jaga hati-hati agar efektif," imbuhya.

Sebagai informasi, sepanjang hari ini (28/5/2018) mata uang garuda menunjukkan penguatan yang cukup signifikan, bahkan sempat menembus level 13.980.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri mulyani

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top