Ekonom: BI Jangan Segan Naikkan Suku Bunga

Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE) Piter Abdullah berharap dalam jangka pendek, Gubernur BI yang baru Perry Warjiyo, dapat mengembalikan kepercayaan pasar atas kemampuan BI dalam mengendalikan rupiah.
Ropesta Sitorus | 28 Mei 2018 17:02 WIB
Perry Warjiyo (kanan) saat pengambilan sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023, di Jakarta, Kamis (24/5/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE) Piter Abdullah berharap dalam jangka pendek, Gubernur BI yang baru Perry Warjiyo, dapat mengembalikan kepercayaan pasar atas kemampuan BI dalam mengendalikan rupiah. 
 
Adapun, untuk jangka menengah dalam 1-2 tahun ke depan, tekanan eksternal terhadap rupiah diprediksi masih akan berlanjut. BI harus lebih cermat berhitung dan berinovasi untuk meramu bauran kebijakan suku bunga serta intervensi pasar valas dan SBN dalam dosis yang tepat.
 
"Jangan ragu untuk menaikkan suku bunga tapi harus diimbangi dengan kebijakan lain yang bisa mendorong ekspansi ekonomi. Itu bisa dilakukan karena BI punya ruang besar untuk itu," katanya kepada Bisnis, belum lama ini.
 
Kenaikan suku bunga lebih ditujukan untuk menahan laju capital outflows yaitu dengan mempertahankan interest rate differential. Di sisi lain intervensi dipasar valas harus terus dilakukan oleh BI. 
 
"Jangan terlalu khawatir penurunan cadangan devisa. BI harus lebih gencar mensosialisasikan berapa sebenarnya cadev yang aman. Untuk bond,  pemerintah sebaiknya segera mewujudkan tools stabilisasi obligasi ini dan jangan berwacana terus," katanya. 
Tag : bank indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top