Kuartal I/2018, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Minus Rp2,86 triliun

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim mengatakan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I/2018 mengalami perlambatan. Hal ini disebabkan adanya nilai negatif dari hasil investasi pada kuartal I/2018.
Azizah Nur Alfi | 29 Mei 2018 05:59 WIB
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim (tengah), beserta Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional Wiroyo Karsono (kanan) dan Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan Maryoso Sumaryono (kiri) memaparkan hasil Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal I, di Jakarta, Senin (28/5/2018). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim mengatakan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I/2018 mengalami perlambatan. Hal ini disebabkan adanya nilai negatif dari hasil investasi pada kuartal I/2018.

Kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal I/2018 menunjukkan, total pendapatan (income) tercatat turun 7,8% menjadi Rp51,97 triliun, dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp56,37 triliun.

Sementara itu, hasil investasi tercatat minus Rp2,86 triliun atau turun 124,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,80 triliun.

Hendrisman mengatakan, hasil investasi industri asuransi jiwa mengalami penurunan signifikan hingga 124,2% karena kondisi pasar modal pada awal tahun ini belum terlalu baik.

Meski demikian, jumlah investasi pada kuartal I/2018 sebesar Rp491,52 triliun atau meningkat 16,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp420,82 triliun. Adapun, portofolio investasi terdiri dari 35% di reksa dana, 30,4% di saham, 13,6% di surat berharga negara. 9,2% di deposito, 2,5% di properti, 7,1% di sukuk korporasi, 1,6% di penyertaan langsung, dan 0,5% lainnya.

Kenaikan di sejumlah indikator, secara signifikan memengaruhi kenaikan pada total aset sebesar 15,6% menjadi Rp550,08 triliun. "Berdasarkan pencapaian pertumbuhan, ini menjelaskan bahwa industri asuransi jiwa terus tumbuh, melalui komitmen upaya peningkatan literasi dan inklusi yang terus disampaikan kepada masyarakat Indonesia. Kami optimistis kinerja industri asuransi jiwa akan meningkat signifikan di sepanjang 2018 nantinya," kata Hendrisman

Tag : asuransi jiwa
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top