Laba Bersih Asabri Melonjak Selama 2017. Ini Penopangnya.

PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri membukukan pertumbuhan laba bersih yang sangat signifikan sepanjang 2017.
Oktaviano DB Hana | 29 Mei 2018 21:40 WIB
Dirut PT ASABRI Sonny Widjaja (kiri), Direktur Herman Hidayat (kedua kiri), Direktur Hari Setianto (kedua kanan) dan Direktur Adiyatmika, menyentuh monitor bersama saat peluncuran logo baru, di Bogor, Jawa barat, Senin (26/2). - ANTARA/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri membukukan pertumbuhan laba bersih yang sangat signifikan sepanjang 2017.

Laporan keuangan audited yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia, Senin (28/5/2018), menunjukkan laba tahun berjalan perusahaan asuransi wajib bagi anggota TNI dan Polri tersebut mencapai Rp943,81 miliar. Realisasi itu bertumbuh hingga 710,40% (year-on-year/yoy)lantaran pada tahun sebelumnya tercatat senilai Rp116,46 miliar.

Direktur Keuangan Asabri Heri Setianto mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut tidak terlepas dari peningkatan pendapatan investasi.

“Terutama dari kenaikan pendapatan Investasi dan penurunan cadangan premi, liabilitas manfaat peserta masa depan,” ujarnya dikutip Bisnis.com, Selasa (29/5/2018).

Heri menjelaskan pada periode yang sama pendapatan premi Asabri tetap konstan. Pasalnya, pada tahun lalu tidak terjadi penaikan gaji TNI dan Porli, serta tarif premi tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, dia menjelaskan peningkatan kinerja investasi pada tahun lalu juga memacu pertumbuhan aset.

“Kenaikan aset juga karena kinerja Investasi. Biaya dan lain-lain relatif sama,” ungkapnya.

Laporan keuangan perusahaan menunjukkan, Asabri membukukan total aset senilai Rp44,80 triliun atau bertumbuh 22,71% (yoy). Pada periode yang sama, hasil investasi dari program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), mencapai Rp1,86 triliun atau meningkat 10,70% (yoy).

Pendapatan premi terbilang stabil atau bertumbuh sekitar 0,73% (yoy) menjadi Rp1,39 triliun, sedangkan jumlah beban menurun 19,97% (yoy) menjadi Rp2,34 triliun.

Tag : asabri
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top