Dapat THR? Pos Ini yang Harus jadi Prioritas

Selain meningkatkan ibadah di bulan suci agar produktif secara iman, namun juga harus dapat mengontrol keuangan supaya produktif secara finansial.
Asteria Desi Kartika Sari | 29 Mei 2018 23:32 WIB
Ilutsrasi- Tunjangan hari raya (THR) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Selain meningkatkan ibadah di bulan suci agar produktif secara iman, namun juga harus dapat mengontrol keuangan supaya produktif secara finansial.

Perencana Keuangan Irshad Wicaksono Ma’ruf mengatakan fenomena klasik yang biasanya terjadi di bulan Ramadan adalah biaya yang membengak karena konsumsi yang naik.

Apalagi sering kali ada kebiasaan seperti buka bersama, dan godaan diskon di beberapa pusat perbelanjaan. “Bila tidak dikontrol akan membengkak pengeluaran,” kata Irshad dikutip Selasa (29/5/2018)

Untuk mengontrol pengeluaran, lanjutnya, paling tidak anda harus membuat lima pos pengeluaran keuangan di bulan Ramadan.

Pertama, pos pengeluaran rutin yakni seperti tagihan listrik telepon, internet, belanja dapur, gaji asisten rumah tangga, dan lain-lain. Porsi dari pos tersebut diusahakan tidak lebih dari 40%. Kedua, pos pembayaran cicilan atau utang tidak lebih dari 30%.

Ketiga, tabungan dan investasi. Pada pos ini porsi minimal sebesar 10% dari penghasilan bulanan. Namun untuk mempercepat tujuan keuangan di masa depan bisa ditambah dari THR.

Fungsi dari pos dana darurat adalah untuk pengeluaran di luar kontrol seperti rawat gigi, dan service kendaraan. Kelima, pos untuk gaya hidup.

Tak dapat dipungkiri di bulan Ramadan sering diajak buka bersama di restoran atau kafe bersama teman-teman atau berbelanja untuk kebutuhan hari raya lebaran.

Untuk itu, paling tidak anda menyiapkan sebesar 20% dari penghasilan bulanan.

“Untuk zakat fitrah sebaiknya dibuat pos tersendiri. Namun khusus zakat hanya wajib bagi yang mampu,” tambahnya.

Tag : thr, tips keuangan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top