Sektor Keuangan Syariah Tumbuh Signifikan, IFSB Perketat Panduan Pengawasan

Islamic Financial Services Board (IFSB) akan memperketat pedoman keuangan syariah setelah International Monetary Fund (IMF) mengadopsi standar lembaga tersebut, sejalan dengan besarnya pertumbuhan sektor ini.
Annisa Margrit | 29 Mei 2018 12:00 WIB
Karyawan melayani nasabah di banking hall PT Bank Syariah Mandiri (BSM) di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Islamic Financial Services Board (IFSB) akan memperketat pedoman keuangan syariah setelah International Monetary Fund (IMF) mengadopsi standar lembaga tersebut, sejalan dengan besarnya pertumbuhan sektor ini. 

Pekan lalu, IMF menyatakan akan menerapkan standar IFSB ke pengawasan sektor finansial beberapa negara mulai tahun depan.

Sekretaris Jenderal IFSB Bello Lawal Danbatta menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan akan melanjutkan pengembangan standar regulasi bagi pasar modal syariah dan lembaga penjamin pada tahun ini.

"Kami mengambil langkah untuk memperkuat implementasi program dengan menambahkan dimensi konsistensi dan asesmen terhadap dampaknya," paparnya, seperti dilansir Reuters, Selasa (29/5/2018).

Danbatta menambahkan panduan regulasi bagi sektor asuransi syariah akan dikembangkan kemudian.

IFSB telah mempublikasikan draf proposal standar pengawasan terhadap asuransi syariah dan regulasi di produk syariah pasar modal seperti sukuk.

Lembaga itu juga merevisi standar keterbukaan bagi perbankan syariah untuk membantu mempromosikan transparansi serta kedisiplinan.

Skala sektor finansial syariah sudah semakin berkembang dan sekarang terbilang penting secara sistemik di belasan negara. Hal ini membutuhkan pengawasan yang lebih ketat bagi pengambil kebijakan terkait dampaknya di sistem finansial secara keseluruhan.

Berdasarkan data Global Islamic Economy 2017/2018, pasar keuangan syariah bernilai US$2.202 miliar pada 2016 dan diperkirakan menjadi US$3.782 miliar pada 2022.

Sementara itu, pasar perbankan syariah bernilai US$1.599 miliar pada 2016 dan diproyeksi bertumbuh menjadi US$2.439 miliar pada 2022.

Secara keseluruhan, pertumbuhan CAGR alias pertumbuhan majemuk tahunan sektor ini diperkirakan mencapai 7,3% menjadi US$3.081 miliar pada periode 2016-2022.

Adapun negara dengan pasar syariah terbesar adalah Malaysia, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Oman, Kuwait, Pakistan, Qatar, Iran, dan Indonesia.

Sumber : Reuters

Tag : keuangan syariah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top