Pasca Kecelakaan Bus di Cipali, Ini Tanggapan Ketua Satgas Mudik Gratis BUMN

Para peserta mudik bareng Badan Usaha Milik Negara langsung mendapatkan bus pengganti pasca kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas tol Cikampek Palimanan Kilometer 181, Sabtu (9/6/2018).
M. Nurhadi Pratomo | 10 Juni 2018 15:45 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalan tol ruas Cipali-Palimanan, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/6). - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA—Para peserta mudik bareng Badan Usaha Milik Negara langsung mendapatkan bus pengganti pasca kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas tol Cikampek Palimanan Kilometer 181, Sabtu (9/6/2018).

Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Tbk. Budi Rahardjo S. selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Mudik Bareng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 2018 membenarkan telah terjadi kecelakaan beruntun di tol Cikampek - Palimanan (Cipali) Kilometer (181). Dalam kejadian tersebut, bus rombongan mudik BUMN tertabrak dari belakang oleh bus reguler.

Kendati demikian, Budi memastikan tidak ada korban luka dari rombongan Mudik Bareng BUMN. Menurutnya, para pemudik telah melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan.

“Para pemudik melanjutkan perjalanan setelah ada bus pengganti,” ujarnya kepada Bisnis.com, Sabtu (8/6/2018) malam.

Budi menjelaskan bahwa jumlah bus yang dioperasikan dalam Mudik Bareng BUMN 2018 tercatat sebanyak 3.490 unit. Jumlah pemudik tercatat sebanyak 164.412 orang atau naik dari periode sebelumnya 99.576 orang.

Untuk transportasi darat dengan menggunakan kereta api, sambungnya, tercatat jumlah kereta api yang diberangkatkan sebanyak 37 unit dengan jumlah pemudik sebanyak 11. 432 orang. Sementara, untuk transportasi laut, jumlah kapal sebanyak 98 unit dengan jumlah pemudik 98.008 orang.

Adapun, program Mudik Bareng BUMN 2018 memberangkatkan 1.360 orang melalui 52 pesawat. Tercatat, jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya 24 unit dengan jumlah pemudik 1.305 orang.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan program Mudik Bareng BUMN 2018 merupakan salah satu wujud sinergi BUMN dalam melayani masyarakat. Selain itu, program tersebut bertujuan mengalihkan penggunaan sepeda motor ke moda transportasi yang relatif aman seperti, bus, kereta api, dan kapal laut.

Dia mengapresiasi jumlah pemudik yang ikut dalam Mudik Bareng BUMN 2018. Jumlah peserta tercatat meningkat 74,43% dari 118.220 pada 2017 menjadi 206.209 pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top