Hasil Investasi Prudential Anjlok Tergerus Indeks

Hasil investasi PT Prudential Life Assurance selama kuartal I/2018 mengalami penurunan tajam hingga 149% sebagai dampak koreksi indeks pada periode tersebut.
Nindya Aldila | 11 Juni 2018 14:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil investasi PT Prudential Life Assurance atau Prudential selama kuartal I/2018 mengalami penurunan tajam hingga 149% sebagai dampak koreksi indeks pada periode tersebut.

Dalam laporan kuangan perusahaan unaudited pada kuartal I/2018, Prudential Indonesia mencatatkan hasil investasi minus Rp1,72 triliun, jauh di bawah capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp3,45 triliun.

Seperti diketahui, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat merosot 2,81% atau 170,65 poin ke level 5.909,20 pada April 2018 lalu.

Corporate Communications & Sharia Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo, mengakui terkoreksinya kondisi IHSG memengaruhi performa hasil investasi perusahaan.

Namun, dia menyatakan tidak khawatir terhadap dampak dari kondisi IHSG yang sempat terkoreksi. Dia mengatakan fenomena tersebut tidak lantas memengaruhi kepercayaan nasabah.

Seperti diketahui, bisnis perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar di Indonesia ini 90% didominasi oleh produk asuransi berbalut investasi atau unit-linked.

“Beberapa fund yang kami kelola pasti terkoreksi. Namun, masalah terkoreksi atau tidaknya masalah yang biasa. Pasar volatile itu normal. Bisnis asuransi ini jangka panjang. Ini masalah komunikasi kepada nasabah,” katanya dikutip Bisnis.com, Senin (11/6/2018).

Untuk itu, perusahaan terus meningkatkan kualitas pelatihan kepada para tenaga pemasarnya guna mengedukasi para nasabah bahwa produk unitlinked adalah produk jangka panjang.

Dia meyakini, performa produk unitlinked pada kuartal II akan positif, terlebih didukung oleh kinerja produk syariah yang sudah terlihat peningkatannya hingga 30% pada Januari -- Mei 2018.

“Pertumbuhan year to date sampai Mei naiknya 30%. Salah satu fund syariah kami ada yang di Asia Pasifik bahkan masih tumbuh double digit,” katanya.

Pada kuartal I/2018, perusahaan mencatatkan kenaikan premi sebesar 5,59% menjadi Rp6,43 triliun.

Kendati pendapatan premi masih tumbuh, capaian tersebut tidak mampu mengatrol jumlah pendapatan yang anjlok hingga 51,83% menjadi Rp4,51 triliun pada kuartal I/2018, dibanding kuartal I/2017 yang senilai Rp9,36 triliun.

Tag : investasi
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top