Aswata Optimistis Produk Asuransi Uang Tumbuh 30% Selama Lebaran

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) optimistis permintaan terhadap produk asuransi uang dapat tumbuh 30% pada Juni 2018.
Azizah Nur Alfi | 12 Juni 2018 08:39 WIB
Karyawan berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) optimistis permintaan terhadap produk asuransi uang dapat tumbuh 30% pada Juni 2018.

Direktur Utama Aswata Christian Wirawan Wanandi mengatakan permintaan produk asuransi uang banyak berasal dari institusi perbankan. Produk asuransi uang dengan jenis pertanggungan cash in ATM dan cash in transit merupakan dua jenis pertanggungan yang paling banyak diminta perbankan menjelang Lebaran, dari empat jenis pertanggungan yang dimiliki perseroan.

Cash in transit memberikan jaminan ganti rugi terhadap kerugian dan kehilangan yang dialami tertanggung selama pengiriman uang, baik dari lokasi tertanggung ke bank atau sebaliknya, dari satu lokasi ke lokasi lain yang dibawa oleh karyawan tertanggung, serta orang atau jasa pengiriman yang ditunjuk oleh tertanggung sebagai akibat kejadian yang tidak dikecualikan dalam polis.

Sementara itu, cash in ATM memberikan jaminan ganti rugi terhadap kerugian dan kehilangan uang yang disimpan di dalam mesin ATM. Selain cash in ATM dan cash in transit, perseroan memiliki produk asuransi dengan jenis pertanggungan cash in cashier box dan cash in safe.

"Untuk satu bulan ini, kemungkinan [permintaan produk asuransi uang] meningkat lebih dari 30%. Nasabahnya dari perbankan," sebutnya, Selasa (12/6/2018).

Produk asuransi uang berkontribusi 1%-2% terhadap total pendapatan premi perseroan. Hingga April 2018, perseroan mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp510 miliar atau hanya tumbuh 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Christian menuturkan meningkatnya permintaan produk asuransi uang terjadi pada momen Lebaran. Namun, kenaikan serupa tidak terjadi pada hari besar keagamaan lainnya seperti Natal dan Tahun Baru.

"Lebaran paling besar karena bank-bank tutupnya lama. Kalau hari keagamaan lain, bank hanya tutup 1-2 hari," imbuhnya.

 

Tag : asuransi umum
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top