Tips Mengembalikan Pola Konsumsi agar Tak Boros

Meski esensinya untuk mengendalikan diri, tak dapat dipungkiri saat Ramadan justru lebih banyak pengeluaran yang dilakukan, mulai dari makanan hingga mudik lebaran.
Asteria Desi Kartika Sari | 16 Juni 2018 17:36 WIB
Pengunjung memadati diskon yang ditawarkan pada sebuah pusat perbelanjaan.

Bisnis.com, JAKARTA—Meski esensinya untuk mengendalikan diri, tak dapat dipungkiri saat Ramadan justru lebih banyak pengeluaran yang dilakukan, mulai dari makanan hingga mudik lebaran.

Diskon [un banyak bertebaran di department store yang menarik minat untuk mengeluarkan uang. Lantas, bagaimana melatih otak kembali agar tidak boros dan kembali ke pola hemat belanja bulanan?. Perencana keungangan OneShildt M. Andoko mengatakan Anda harus menyesuaikan dengan bujet dan realisasi atau pencatatan uang sebagai panduan.

"Sebenarnya kalau tahun sebelumnya sudah memiliki catatan pengeluaran yang sudah kelihatan seperti list bujet, jadi gampang [terlihat] pos buat makan berapa, cicilan berapa, nabung berapa, " kata Andoko kepada Bisnis, Sabtu (16/8/2018).

Dia mengatakan sebisa mungkin individu ataupun keluarga memiliki kebiasaan untuk surplus. "Karena kalau punys kebiasaan itu pasti sudah merasa tidak nyaman," katanya.

Selain itu, dia menyarankan untuk menyisihkan untuk tabungan minimal 10%. Namun akan lebih bagus misalnya pada level 20% atau 30%.

Apabila terlanjur berhutang atau banyak memakai kartu kredit untuk lebaran, dia menyarankan untuk segera melunasi hutang tersebut. "Dengan catatan sebisa mungkin, semaksimal mungkin harus dilunasin sebelum jatuh tempo supaya tidak terkena bunga, "katanya.

Usahakan jangan gali lubang tutup lubang. Kalau sampai hal tersebut terjadi, dia menyarankan untuk mencari pendanaan yang tidak berbunga. "Misalnya meminjam saudara. Tapi perlu dicatat ya kalau nggak bayar trust atau kepercayaan akan hilang, " lanjutnya.

Tag : tips keuangan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top