Uang Muka KPR Dilonggarkan, Bank Tetap Hati-Hati Salurkan Kredit

Di tengah rencana pemerintah untuk melakukan relaksasi aturan terkait besaran loan to value untuk kredit pemilikan rumah (KPR), bank perlu menjaga potensi peningkatan kredit bermasalah.
Ropesta Sitorus | 18 Juni 2018 20:22 WIB
Ilustrasi - uangteman.com

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah rencana pemerintah untuk melakukan relaksasi aturan terkait besaran loan to value untuk kredit pemilikan rumah (KPR), bank perlu menjaga potensi peningkatan kredit bermasalah.

Perubahan aturan LTV yang akan diumumkan Bank Indonesia dalam waktu dekat diperkirakan dapat mendorong tumbuhnya permintaan kredit dari konsumen karena memberikan keringanan dari sisi jumlah down payment hingga aturan main pembayaran kepada pengembang.

Bank menyatakan kehati-hatian dalam memberikan kredit perlu dilakukan agar dapat memitigasi risiko pemburukan kredit.

Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan menilai relaksasi tersebut seharusnya akan berdampak baik untuk pertumbuhan KPR. Namun bank perlu menyesuaikan dengan risk appetite untuk mengantisipasi potensi kenaikan NPL.

“Tergantung dari risk appetite [tolok ukur risiko] bank bersangkutan, karena LTV berhubungan juga dengan faktor risiko dalam menganalisa daya bayar nasabah. Pada akhirnya bank perlu menghitung tingkat kemampuan nasabah untuk membayar cicilan dan memastikan kesehatan portofolio,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan ini.

“Penerapan LTV untuk tiap nasabah bisa berbeda tergantung dengan risiko alias risk based,” tambahnya.

Tag : kpr
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top