Upaya Perbaikan Supply Side Dipastikan Berlanjut

Pemerintah mengklaim upaya perbaikan supply side yang digulirkan pada era Presdien Joko Widodo akan terus berlanjut.
Ipak Ayu H Nurcaya | 19 Juni 2018 14:03 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan paparan dalam acara Digital Economic Briefing, di Jakarta, Kamis (16/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengklaim upaya perbaikan supply side yang digulirkan pada era Presdien Joko Widodo akan terus berlanjut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan jika dalam membangun ekonomi bertumpu hanya pada demand side maka pemerintah cukup mengutak-atik desain kebijakan fiskal dan moneternya.

Sementara, jika dari supply side ini nantinya akan menggulirkan kebijakan yang menitikberatkan pada peningkatan sektor penawaran yang mencakup unsur perbaikan tenaga kerja, bahan baku, dan biaya.

"Era Jokowi-JK adalah pemerintah pertama yang membenahi supply side. Dengan membangun supply site, ada pembenahan lebih spesifik seperti infrastruktur yanhg memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan meningkatkan kapasitas ekonomi," katanya belum lama ini.

Darmin mengemukakan setelah infrastruktur, sejak awal tahun lalu, pemerintah mulai masuk mempersiapkan supply side kedua yakni SDM.

Menurutnya, SDM yang membaik akan membuat kapasitas untuk menghasilkan produksi menjadi lebih baik. Sayangnya, kesulitan mempersiapkan SDM adalah membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk itu, Presiden ingin pembangunan SDM lebih fokus pada diklat vokasi, supaya waktunya lebih pendek.

"Jadi mulai tahun ini kita sedang siapakan kurikulum training for trainers agar vokasi dikejar dengan full speed. Kami juga siapkan anggaran APBN untuknya," ujarnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini juga mengklaim masih akan merampungkan insentif fiskal berupa pajak super deduction yang memberi keringanan pajak hingga dua kali lipat dari dana yang mereka gunakan untuk diklat dan R&D.

Namun, Darmin mengingatkan hasil dari perbaikan supply side tidak bisa ditagih secara cepat. Untuk itu, percepatan perbaikan ini dimulai dan dilanjutkan secara terus-menerus agar Indonesia tidak semakin ketinggalan.

"Ini nantinya akan berguna untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi kita saat iklim ekonomi dunia sedang buruk. Pertumbuhan kita sebelum ekonomi dunia menggeliat setahun terakhir memang lumayan, tetapi dalam setahun terakhir Malaysia dan Thailand lebih cepat seiring membaiknya dunia," ujar Darmin.

Menurutnya, Indonesia harus semakin kuat dalam mengarungi kehidupan perang dagang yang terjadi saat ini. Masyarakat dan pelaku usaha diharap tidak risau dan selalu mendukung berbagai langkah pemerintah dalam mendorong dan membuka pasar ekspor baru.

Sementara itu, upaya perbaikan supply side terakhir yakni konsep Bank Tanah yang akan dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Meski ke depan, pemerintah masih akan melakukan singkronisasi dengan Kementerian Keuangan melalui LMAN terkait peruntukan lembaga agar tidak berbenturan

Tag : ekonomi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top