KABAR PASAR 21 JUNI: Belanja Lebaran Jadi Andalan, Indeks Saham Masih Dibayangi Koreksi

Berita mengenai pendorong ekonomi selama Ramadan dan Lebaran 2018 serta indeks saham yang masih dibayangi koreksi menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (21/6/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Juni 2018 07:55 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai pendorong ekonomi selama Ramadan dan Lebaran 2018 serta indeks saham yang masih dibayangi koreksi menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (21/6/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Belanja Lebaran Jadi Andalan. Aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran yang terlihat dari peningkatan penggunaan uang kartal dan geliat bisnis jasa dan perdagangan diyakini menjadi pendorong ekonomi bertumbuh hingga 5,1%—5,2% selama kuartal II/2018. (Bisnis Indonesia)

Indeks Saham Masih Dibayangi Koreksi. Sepinya sentimen positif dari dalam negeri diproyeksi mendorong berlanjutnya fase pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam jangka pendek, setelah koreksi tajam pada hari pertama perdagangan pascalibur Lebaran. (Bisnis Indonesia)

Pelebaran Defisit Perlu Diantisipasi. Defisit transaksi berjalan yang diperkirakan kembali melebar pada kuartal II/2018 perlu diwaspadai untuk menghindari kerentanan ekonomi dalam negeri terhadap dinamika eksternal. (Bisnis Indonesia)

Kepatuhan Wajib Pajak Meningkat. Skema joint audit antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak telah berhasil meningkatkan kepatuhan wajib pajak. (Bisnis Indonesia)

Aliran Devisa Besar Kunci Menghadapi Gejolak Pasar. Tantangan perekonomian ke depan semakin berat. Indonesia menghadapi ancaman capital outflow yang masif dan berpotensi makin melemahkan posisi rupiah. (Kontan)

Insentif Pajak Final UMKM Mulai Berlaku 1 Juli 2018. Jika tidak ada aral melintang, Jumat (22/6) besok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meluncurkan insentif penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 1% menjadi 0,5%. Peluncuran akan dilakukan di Surabaya untuk kemudian berlaku efektif pada 1 Juli 2018. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top