Upaya Intervensi BI di Pasar SBN Habiskan Rp15 Triliun

Bank Indonesia mengungkapkan telah mengucurkan dana lebih dari Rp15 triliun dalam rangka intervensi pasar sekunder surat utang pemerintah dari awal tahun hingga hari ini, Jumat (22/6/2018), dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.
Hadijah Alaydrus | 22 Juni 2018 14:50 WIB
Petugas memeriksa uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mengungkapkan telah mengucurkan dana lebih dari Rp15 triliun dalam rangka intervensi pasar sekunder surat utang pemerintah dari awal tahun hingga hari ini, Jumat (22/6/2018), dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menuturkan pihaknya telah menghabiskan lebih dari Rp15 triliun hingga saat ini. Adapun intervensi di pasar sekunder pada pembukaan pasar pasca Lebaran pada Kamis (22/6) mencapai Rp1,25 triliun.

"[Intervensi] Rp1,25 triliun, outflow-nya Rp2,75 triliun, setengahnya kami beli. Pokoknya kalau mau keluar, kami beli. Sepanjang rupiah volatile, BI akan selalu di pasar," sebutnya, Jumat (22/6).

Langkah ini sesuai dengan komitmen BI untuk melakukan intervensi ganda di pasar valuta asing (valas) dan Surat Berharga Negara (SBN) guna menstabilkan gejolak nilai tukar yang terdampak oleh kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada pertengahan Juni 2018.

Selain itu, Nanang menerangkan bank sentral Indonesia melakukan lelang fx swap hingga tiga kali dalam sepekan untuk membantu memenuhi likuditas valas dan rupiah.

"Ini tergantung, kalau di pasarnya mahal untuk tanding rupiah fx swap, mereka lari ke BI," ujarnya.

Umumnya, fasilitas lelang ini diikuti oleh bank asing yang memerlukan likuditas rupiah.

Tag : bank indonesia, sbn
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top