KABAR PASAR 22 JUNI: Soetta Menuju 10 Bandara Terbesar Dunia, Fluktuasi Rupiah Jadi Perhatian

Berita mengenai bandara Soekarno Hatta yang diyakini akan masuk dalam 10 besar bandara dengan kapasitas terbesar di dunia serta fluktuasi pemerintah yang menjadi perhatian menjadi topik utama media massa hari ini, Jumat (22/6/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Juni 2018 07:57 WIB
Rupiah. - .Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai Bandara Soekarno Hatta yang diyakini akan masuk dalam 10 besar bandara dengan kapasitas terbesar di dunia serta fluktuasi pemerintah yang menjadi perhatian menjadi topik utama media massa hari ini, Jumat (22/6/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Soetta Menuju 10 Bandara Terbesar Dunia. Bandara Soekarno Hatta diyakini bakal masuk jajaran 10 besar bandara dengan kapasitas terbesar di dunia seiring dengan rencana pembangunan Terminal 4 yang rencananya dimulai pada 2020. (Bisnis Indonesia)

Fluktuasi Rupiah Jadi Perhatian. Utang valuta asing pemerintah dan swasta Tanah Air pada akhir April 2018 kembali tumbuh melambat. Perlambatan yang terjadi sejak awal tahun tersebut dinilai sebagai indikasi mencuatnya kekhawatiran atas pergerakan nilai tukar rupiah.

Pengetatan Kebijakan Moneter, Pengusaha Lakukan Penyesuaian. Pengusaha dalam negeri sudah mengantisipasi arah kebijakan suku bunga bank sentral yang dipastikan semakin ketat ke depannya. (Bisnis Indonesia)

Usai Lebaran, Setoran Uang Tunai Meluber. Usai libur panjang Lebaran, lonjakan arus balik juga terjadi pada uang tunai. Momen Ramadan dan Lebaran 2018 yang telah usai ini mendorong peningkatan transaksi setor tunai nasabah ke perbankan. (Kontan)

AntiDumping Siap Adang Perang Dagang. Isu perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China yang kian memanas, membuat pemerintah mengambil ancang-ancang. Salah satunya dengan mewacanakan kebijakan anti-dumping untuk membendung masuknya barang asal China ke Indonesia. (Kontan)

Nilai Divestasi Freeport di Bawah US$5 Miliar. Valuasi nilai PT Freeport Indonesia diperkirakan antara US$7,2 miliar-12 miliar. Dengan demikian, harga 41,64% saham yang akan dibayar pemerintah Indonesia antara US$3 miliar-5 miliar. Nilai ini jauh di bawah harapan pemegang saham yakni Freeport McMoRan, karena tidak memperhitungkan cadangan mineral. (Investor Daily).

Tag : kabar pasar
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top