Jelang RGD, BI Diminta Tidak Naikkan Suku Bunganya

Bank Indonesia diminta tidak terlalu agresif dalam merespon kenaikan suku bunga The Fed. Jelang RGD, BI diminta tidak naikan suku bunganya.
Rinaldi Mohammad Azka | 24 Juni 2018 13:55 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia diminta tidak terlalu agresif dalam merespon kenaikan suku bunga The Fed. Jelang RGD, BI diminta tidak naikan suku bunganya.

BI 7-day Reverse Repo Rate (7-DRRR) atau suku bunga acuan BI diharapkan tidak naik dalam waktu dekat karena kondisi ekonomi dalam negeri masih stabil.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan BI tidak perlu menaikan suku bunganya dalam waktu dekat dan menyimpan 'senjata ini' untuk digunakan pada semester kedua 2018.

"Suku bunga acuan BI perlu bertahan, kebijakan pre-emptive sudah kemarin dilaksanakan dan kita bicara sekarang pre-emptive menunggu arah dari suku bunga The Fed selanjutnya," jelasnya kepada Bisnis (24/6/2018).

Penilaian ini mengacu pada kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang stabil, data ekonomi kuartal II 2018 dan antisipasi langkah The Fed di semester berikutnya.

Pasca pengumuman kenaikan Fed Rate, nilai tukar rupiah melemah dan tembus Rp14.000 per dolar AS. Pelemahan tersebut masih dipandang dapat ditoleransi, dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara pasar negara berkembang lain.

"Jika dibandingkan rupee India dan Peso Filipina, kurs kita masih lebih baik," imbuhnya.

Dampak kebijakan menaikan BI Rate 50mbps pada sektor riil juga perlu diperhatikan. Selain itu, data-data ekonomi kuartal II 2018 yang dinilai optimis perlu jadi pertimbangan.

"Komitmen pertumbuhan ekonomi pemerintah masih tinggi di 5,2%, inflasi masih cukup terkendali. Sehingga belum ada urgensinya [menaikan suku bunga]. [Jika dinaikan] itu menunjukan ada yg salah dengan ekonomi kita," pungkasnya.

Kondisi ini ditambah lagi kemungkinan The Fed masih akan menaikan suku bunganya sebanyak 2 kali hingga akhir tahun.

Kabar suku bunga

Kabar menaikan suku bunga ini sudah diembuskan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Wardiyo yang mengungkapkan pihaknya mungkin saja kembali menaikan tingkat suku bunga acuan.

"Langkah pre-emptive lain di RDG yang datang bisa berupa kenaikan suku bunga akan memperbaiki pasar keuangan Indonesia semakin menarik," tegasnya beberapa waktu lalu.

Rapat Dewan Gubernur (RGD) akan dilaksanakan pada 27-28 Juni 2018.

Tag : bank indonesia, Suku Bunga
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top