Insentif Pajak UMKM Bisa Picu Permintaan Kredit Investasi

Permintaan kredit investasi diprediksi bakal terkerek seiring dengan adanya insentif penurunan tarif pajak bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Ropesta Sitorus | 24 Juni 2018 20:34 WIB
Pedagang membawa mebel kayu dengan becak motor hingga melebihi kapasitas, di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (21/9). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan kredit investasi diprediksi bakal terkerek seiring dengan adanya insentif penurunan tarif pajak bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., sebagai bank yang fokus pada pembiayaan UMKM, menyambut baik insentif penurunan tarif pajak tersebut.

“Penurunan tarif akan membantu para pelaku UMKM untuk lebih mengembangkan usaha dan meningkatkan investasi karena beban pajaknya menjadi lebih kecil,” kata Suprajarto, akhir pekan ini.

Sebagai informasi, pemerintah resmi mengurangi tarif pajak penghasilan (Pph) bagi UMKM, yakni yang beromzet kurang dari Rp4,8 miliar per tahun dari sebelumnya 1% menjadi 0,5%.

Insentif tersebut diatur dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Suprajarto berharap keberadaan insentif ini juga dapat lebih menggerakkan roda perekonomian dengan memperkuat usaha formal sekaligus memperluas akses finansial.

Dia melanjutkan, perseroan ikut mendukung proses penyetoran pajak melalui saluran pembayaran pajak untuk pelaku UMKM dengan menyediakan lebih dari 10.000 unit kerja serta 330.000 Electronic Channel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu perseroan akan turut mensosialisasikan kebijakan tersebut dan mendorong UMKM untuk membayar PPh Final tepat waktu.

Terkait dengan penyaluran kredit ke segmen UMKM, menurut Suprajarto masih mendominasi portofolio Bank BRI. Sebagai gambaran, hingga kuartal I tahun 2018, “Bank Wong Cilik” itu telah menyalurkan kredit ke segmen UMKM sebesar Rp584,7 triliun atau 77,2% dari keseluruhan total kredit BRI.

Kredit ke segmen UMKM tersebut antara lain disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total jumlah KUR yang diberikan hingga akhir Maret lalu mencapai Rp22,3 triliun atau setara 28,1% dari target penyaluran KUR yang ditugaskan oleh pemerintah pada 2018 yakni sebesar Rp79,7 triliun.

Suprajarto mengungkapkan perseroan akan terus menyalurkan KUR sesuai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan tetap berpegang pada prinsip kehati hatian dalam penyalurannya.

Lebih lanjut, dia menyatakan Bank BRI juga memberikan dukungan terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Hal itu antara lain dilakukan lewat peluncuran situs Indonesia Mall, platform e-commerce untuk mendorong UMKM go-online pada awal tahun 2018.

Produk unggulan dari UMKM binaan BRI dapat langsung di akses di e-commerce rekanan dan dapat membantu UMKM tersebut untuk memperluas jangkauan penjualan produk mereka.

"Indonesia Mall merupakan salah satu strategi Bank BRI untuk mendorong pelaku UMKM go online, memanfaatkan e-commerce untuk memperluas kapasitas dan kapabilitas sehingga mampu mendorong Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar se Asia Tenggara,” ungkapnya.

Tag : kredit umkm
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top