APBN 2018: Realisasi Belanja Modal Rendah Dinilai Tak Masalah

Realisasi belanja modal yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya dinilai tidak masalah karena implikasi dari peralihan konsentrasi belanja pemerintah yang tahun ini difokuskan untuk memperbaiki daya beli.
Edi Suwiknyo | 25 Juni 2018 23:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memberikan paparan dalam konferensi pers Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Kita di Jakarta, Senin (25/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi belanja modal yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya dinilai tidak masalah, karena implikasi dari peralihan konsentrasi belanja pemerintah yang tahun ini difokuskan untuk memperbaiki daya beli.

Eric Alexander Sugandi, Ekonom Asia Development Bank (ADB) Institute mengatakan selama tujuannya untuk memperbaiki daya beli sebenarnya tak terlalu dipersoalkan, apalagi tahun ini memang ada switching prioritas ke bantuan sosial dan subsidi.

"Saya pikir tidak apa-apa kalau prioritas bergeser ke pemulihan daya beli, karena pendorong pertumbuhan ekonomi yang utama masih tetap konsumsi rumah tangga," kata Eric, Senin (25/6/2018).

Dia menambahkan dengan teknologi saat ini, pembangunan infrastruktur cenderung padat modal sehingga efeknya terhadap konsumsi rumah tangga tak sebesar bansos dan subsidi energi.

Realisasi belanja pemerintah hingga Mei 2018 mencapai Rp458 triliun atau tumbuh sebesar 19,93% dibandingkan dengan tahun lalu. Namun demikian, jika diperinci, realisasi belanja masih didominasi oleh pembayaran bunga utang sebesar Rp112,48 triliun tumbuh 13,77%, belanja barang senilai Rp84,89 triliun tumbuh hampir 22%, dan bantuan sosial sebesar Rp39,25 triliun atau naik 93,2%.

Sementara itu, seolah konsisten sejak awal tahun, realisasi belanja modal justru menunjukan tren yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Catatan pemerintah hingga akhir Mei lalu realisasi belanja modal mencapai Rp30,86 triliun, padahal tahun lalu realisasi belanja modal dalam bulan yang sama mencapai Rp31,1 triliun.

Tag : apbn
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top