Indonesia dan Malaysia Bakal Bersinergi Hadapi Pasar Global

Pertemuan PM Malaysia dengan Indonesia-Malaysia Business Council (IMBC) membahas mengenai sinergi bisnis Malaysia dan Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka | 29 Juni 2018 18:24 WIB
Tanri Abeng Ketua IMBC (tengah) bersama Sekretaris Jendral Dato Sri Chairul Anhar (kanan) dan Managing Director Menara Group Tony Chen (kiri). - JIBI/ Rinaldi Mohammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Pertemuan PM Malaysia dengan Indonesia-Malaysia Business Council (IMBC) membahas mengenai sinergi bisnis Malaysia dan Indonesia.

Tanri Abeng, Ketua IMBC, mengungkapkan sejauh ini aktivitas bisnis terutama yang difasilitasi IMBC adalah aktivitas investasi pengusaha Malaysia ke Indonesia.

Menurutnya, keberadaan IMBC guna memfasilitasi investasi pengusaha Malaysia ke Indonesia, begitu juga sebaliknya.

"Pengusaha Indonesia belum ke Malaysia, mungkin karena senioritas dan kemampuan kapitalitasnya [masih rendah]," ungkap Tanri saat memberikan keterangan pers seusai pertemuan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2018).

Dia melanjutkan, sebenarnya pengusaha Indonesia mengalami permasalahan kapital dan kapasitas yang akhirnya membuat bertahan di pasar dalam negeri.

"Ditambah lagi pengusaha seperti semut, kalau pasar ada mereka pasti berkerubung di sana. Kan pasar Indonesia besar," jelasnya.

Menurut Tanri, PM Malaysia Mahathir Mohamad mengharapkan adanya sinergisasi pengusaha Indonesia dengan Malaysia, terutama dalam menghadapi pasar global.

Mahathir melihatnya dari sisi pasar. Dia menginginkan kekuatan bersama Malaysia dan Indonesia, seperti komoditas minyak sawit menjadi fokus bersama untuk menghadapi pasar global.

Sehingga ke depan, diharapkan adanya pembentukan aliansi dagang atau kemitraan antara pengusaha Malaysia dan Indonesia.

"Ini yang akan kita bahas lebih lanjut," ungkap Dato Sri Chairul Anhar, Sekjen IMBC.

Usai pertemuan, Mahathir kembali ke Malaysia menggunakan pesawat Malaysia Airlanes.

Tag : mahathir mohamad
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top