Bosowa Tak Ambil Hak, Kookmin Jadi Pembeli Siaga Saham Bukopin

Otoritas Jasa Keuangan memberikan restu kepada PT Bank Bukopin Tbk. untuk menggelar Penawaran Umum Terbatas IV per 29 Juni 2018. KB Kookmin Bank menjadi pembeli siaga setelah pemegang saham pengendali, PT Bosowa Corporindo, menyatakan tidak mengambil haknya.
Hendri Tri Widi Asworo | 01 Juli 2018 20:58 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah, di kantor Cabang Bank Bukopin di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -  Otoritas Jasa Keuangan memberikan restu kepada PT Bank Bukopin Tbk. untuk menggelar Penawaran Umum Terbatas IV per 29 Juni 2018. KB Kookmin Bank menjadi pembeli siaga setelah pemegang saham pengendali, PT Bosowa Corporindo, menyatakan tidak mengambil haknya.

Dengan diperolehnya pernyataan efektif dari regulator, Bukopin mulai melakukan penawaran saham terbatas sebanyak-banyaknya 2,73 miliar saham kelas B dengan nilai nominal Rp100 per saham yang akan ditawarkan melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, setelah proses penawaran saham terbatas (rights issue), rasio kecukupan modal perseroan akan meningkat sehingga bisa untuk ekspansi.

“Kami bersyukur proses rights issue Bank Bukopin secara umum berjalan sesuai rencana,” ujarnya, Minggu (7/1/2018).

Eko menguraikan, rights issue merupakan salah satu aksi korporasi yang telah direncanakan perseroan pada tahun ini. Selain rights issue, lanjutnya, perseroan melakukan revaluasi aset dan divestasi. Dengan skema itu, Bukopin menargetkan rasio kecukupan modal mencapai 14%.

Dalam rights issue ini, pemegang saham yang mendapatkan HMETD adalah yang tercatat memiliki saham Bukopin hingga 11 Juli 2018. Kemudian, periode perdagangan saham dilakukan mulai 13-25 Juli 2018 dan selanjutnya penjatahan dilakukan pada 27 Juli 2018.

Setelah dilakukan proses uji tuntas (due diligence), disepakati bahwa KB Kookmin Bank asal Korea akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) saham Bukopin.

“Sebagai pembeli siaga, KB Kookmin Bank berkomitmen untuk membeli sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham saat ini, sebanyak-banyaknya 2,56 miliar saham pada harga penawaran Rp570 per saham,” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin M. Rachmat Kaimuddin.

Menurut Rachmat, Bosowa Corporindo sebagai pemegang saham pengendali menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dalam penawaran saham terbatas tersebut. 

Jika seluruh HMETD dilaksanakan, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi kepemilikan sahamnya menjadi 23,08%. Per 31 Maret 2018, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo sebanyak 30%, Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) sebanyak 18,09%, Negara RI 11,43% dan selebihnya sebanyak 40,48% dikuasai oleh masyarakat.

Tag : bukopin
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top