KABAR PASAR 2 JULI: Soliditas Ekonomi Jadi Kunci, Pemerintah Beri Kepastian Waktu

Berita seputar industri soliditas kondisi makroekonomi Indonesia serta pemerintah yang memberi kepastian waktu mengenai proses perizinan usaha menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (2/7/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Juli 2018 08:06 WIB
Upaya keras pemerintah menjaga sasaran inflasi serta pola hidup hemat masyarakat kelas bawah dan menengah diperkirakan membuat laju infl asi sepanjang Juni 2018 terkendali. - JIBI/Alby Albahi

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar industri soliditas kondisi makroekonomi Indonesia serta pemerintah yang memberi kepastian waktu mengenai proses perizinan usaha menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (2/7/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Soliditas Ekonomi Jadi Kunci. Soliditas makroekonomi menjadi kunci untuk menenangkan pasar sekaligus meminimalisasi dampak dari sentimen eksternal yang diprediksi masih memberi tekanan pada paruh kedua tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Beri Kepastian Waktu. Pemerintah melalui PP No. 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, telah melakukan perombakan besarbesaran terhadap proses perizinan usaha. (Bisnis Indonesia)

Inflasi Juni Diprediksi Terkendali. Upaya keras pemerintah menjaga sasaran inflasi serta pola hidup hemat masyarakat kelas bawah dan menengah diperkirakan membuat laju infl asi sepanjang Juni 2018 terkendali. (Bisnis Indonesia)

BEI Tak Umbar Target Tinggi. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sekitar 25 perusahaan hingga 30 perusahaan menjadi penghuni baru lantai bursa pada 2019. Target tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target yang dipatok pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Pasar Masih Meragukan Kekuatan Rupiah. Di semester pertama tahun ini, rapor pasar saham domestik berwarna merah. Selama enam bulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusut 8,75% menjadi 5.799,24. Bahkan dalam tiga bulan terakhir, IHSG tergerus 9,14%. (Kontan)

Optimisme Pebisnis Kembali Memudar. Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), kenaikan suku bunga, perang dagang AS dan China masih menjadi perhatian para pengusaha memasuki kuartal III-2018. Belum lagi situasi politik Tanah Air kian memanas. Perang dukungan di media sosial bisa menjadi gambaran. (Kontan)

Pemerintah Fokus di Defisit Neraca Dagang. Isu perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, yaitu Amerika Serikat (AS) dan China, membuat ekonomi dunia meradang. Strategi perang dagang AS dilakukan dengan pengenaan tarif baru atas ekspor China. China pun berjanji untuk membalasnya. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top