KABAR GLOBAL 2 JULI: AS Tuntut Keadilan, Kinerja Manufaktur China Melambat

Berita mengenai Amerika Serikat yang menuntut perlakuan adil kepada Organisasi Dagang Dunia (WTO) serta kinerja manufaktur China yang melambat mewarnai sejumlah media nasional pada hari ini, Senin (2/7/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Juli 2018 08:02 WIB
Pertumbuhan sektor manufaktur China melambat pada Juni setelah berperforma baik melewati perkiraan pada bulan sebelumnya. Data resmi menunjukkan, eskalasi tensi perdagangan dengan AS menambah kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi di Negeri Panda. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai Amerika Serikat yang menuntut perlakuan adil kepada Organisasi Dagang Dunia (WTO) serta kinerja manufaktur China yang melambat mewarnai sejumlah media nasional pada hari ini, Senin (2/7/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

AS Tuntut Keadilan. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak berencana untuk membawa Amerika Serikat keluar dari Organisasi Dagang Dunia (World Trade Organization/WTO). Akan tetapi, dia ingin AS diperlakukan lebih adil oleh badan perdagangan global tersebut. (Bisnis Indonesia)

Kinerja Manufaktur China Melambat. Pertumbuhan sektor manufaktur China melambat pada Juni setelah berperforma baik melewati perkiraan pada bulan sebelumnya. Data resmi menunjukkan, eskalasi tensi perdagangan dengan AS menambah kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi di Negeri Panda. (Bisnis Indonesia)

Saudi Setuju Produksi Minyak Naik. Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) berusaha menjaga stabilitas minyak global lewat upaya menaikkan produksi guna mengompensasi kebutuhan di pasar. Pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih pada akhir pekan lalu menyebut, pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud berjanji kepada Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan produksi minyak jika diperlukan. (Kontan)

Trump dan Trudeau Berkomunikasi Lagi. Presiden Amerika Serikat (AS) kembali berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di akhir pekan lalu untuk membahas masalah perdagangan dan ekonomi lainnya lewat sambungan telepon. Komunikasi keduanya menjadi yang pertama kali setelah kedua pemimpin negara itu saling mengecam setelah pertemuan pemimpin G7 di Kanada beberapa waktu silam. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top