Inflasi Juni Rendah, BPS Tetap Melihat Daya Beli Masih Bagus

Badan Pusat Statistik (BPS) menampik rendahnya inflasi bulan Juni 2018, 0,59%, sebagai pelemahan konsumsi masyarakat
Hadijah Alaydrus | 02 Juli 2018 19:35 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan penjelasan mengenai inflasi Juni 2018 di Jakarta, Senin (2/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Kabar24.com, JAKARTA--Badan Pusat Statistik (BPS) menampik rendahnya inflasi bulan Juni 2018, 0,59%, sebagai pelemahan konsumsi masyarakat.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan inflasi Juni merupakan inflasi Lebaran yang terendah sejak 2011.

Inflasi Lebaran terendah terjadi pada 2010 sebesar 0,44%.

"Demand side saya kira masih lumayan bagus. Saya bilang lebih rendah dari tahun lalu, tapi tidak rendah-rendah amat," ujar Suhariyanto, Senin (2/7).

Buktinya, ungkap Suhariyanto, bahan pangan sumbangannya 0,9% dan transportasi juga permintaannya masih tinggi sekali.

"Jadi kalau saya lihat ya daya beli masih bagus."

Sementara itu, Suhariyanto mengungkapkan inflasi inti Juni 2018 sebesar 2,72% atau turun dari 2,75% pada bulan Mei. Namun, dia menilai level tersebut tidak rendah sekali sehingga tidak ada gejala ke arah pelemahan daya beli.

Pada kuartal I/2018, BPS memang melihat adanya indikasi golongan menengah ke atas menahan pembelian barang dan memilih untuk investasi dan menabung.

"Terlihat bahwa proporsi pendapatan yg digunakan untuk konsumsi memang menurun," papar Suhariyanto.

Tag : Inflasi, bps
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top