Penutupan Toys "R" US Sebabkan Lahan Ritel Kosong di AS Naik di Kuartal II/2018

Berdasarkan data perusahaan riset Reis Inc yang dirilis Senin (2/7/2018), tertekannya sektor ritel ini menyusul bangkrutnya peritel mainan Toys "R" Us Inc yang berakibat pada penutupan seluruh jaringan tokonya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Juli 2018 11:42 WIB
Ilustrasi - allbusinesshours.com

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat kekosongan lahan sektor ritel Amerika Serikat meningkat ke level 10,2% pada kuartal kedua tahun 2018.

Berdasarkan data perusahaan riset Reis Inc yang dirilis Senin (2/7/2018), tertekannya sektor ritel ini menyusul bangkrutnya peritel mainan Toys "R" Us Inc yang berakibat pada penutupan seluruh jaringan tokonya.

Toko Toys "R" US di seluruh AS menutup aktivitas terakhir mereka dalam bisnis pada hari Jumat pekan lalu (29/6).

“Penutupan toko ini paling berdampak pada statistik kuartal dibandingkan peritel lainnya dalam sembilan tahun terakhir", kata Reis, seperti dikutip Reuters.

Penyerapan lahan ritel di kuartal kedua mencapai sekitar minus 35,3 hektare lahan, dibandingkan dengan periode kuartal yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8,45 hektare.

"Setelah diterpa dengan ratusan bahkan ribuan penutupan toko selama 18 bulan terakhir, lingkungan dan industri pusat perbelanjaan masyarakat mengalami masa terburuk pada kuartal kedua dalam sembilan tahun terakhir," ungkap laporan Reis.

Laporan itu mengatakan 55 dari 77 kota di AS melaporkan peningkatan kekosongan lahan dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu, ketika kekosongan lahan sektor ritel dan real estate di AS mencapai 10%.

Reis menyatakan tidak memperkirakan tingkat kekosongan lahan akan meningkat dalam waktu dekat.

Statistik ritel ini sedikit mencerminkan angka pekerjaan ritel, dengan sektor ini mengalami pertumbuhan pekerjaan positif setiap bulan pada 2018, dan menambahkan 125.100 pekerjaan selama 12 bulan terakhir, menurut laporan tersebut.

Tag : ekonomi as, ritel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top