Pelaku Usaha Multifinance Sambut Finalisasi Sistem Asset Registry

Inisiasi asset registry tersebut disambut baik oleh pelaku usaha di industri pembiayaan atau multifinance.
Reni Lestari | 06 Juli 2018 10:22 WIB
Ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA -- Inisiasi asset registry tersebut disambut baik oleh pelaku usaha di industri pembiayaan atau multifinance.
 
Direktur Marketing PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Titohardjojo mengatakan sistem tersebut menjembatani kepercayaan perbankan dengan perusahaan multifinance, sehingga seperti yang diharapkan, double financing dapat dihindari. 
 
"Buat MTF hal ini positif, kami akan dukung," kata Harjanto dikutip Bisnis.com, Jumat (6/7/2018). 
 
Setali tiga uang, Managing Director PT Indosurya Finance Mulyadi Tjung tak keberatan jika harus menyerahkan data aset jaminan pinjaman bank kepada asosiasi. Menurutnya praktik tersebut sama halnya seperti yang telah diterapkan OJK melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). 
 
"Kami menyambut baik karena ini membantu semua, mengurangi potensi fraud, dan untuk kebaikan bersama," ujar Mulyadi. 
 
Pembentukan sistem asset registry yang diinisiasi oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) untuk memperbaiki sistem tata kelola keuangan serta memulihkan hubungan antara industri multifinance dan perbankan telah masuk tahap finalisasi.
 
Ketua APPI Suwandi Wiratno mengatakan dengan asset registry, praktik pendanaan ganda tak akan terulang. 
 
"Dalam satu setengah bulan lagi sudah akan ada aplikasi yang namanya asset registry untuk menjaga dan memberi kenyaman perbankan," kata Suwandi.
Tag : multifinance
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top