KABAR PASAR 6 JULI: DPR Ganjal Privatisasi BUMN, Program JKN Akan Nikmati Bagi Hasil

Ganjalan privatisasi BUMN dari Dewan Perwakilan Rakyat serta alokasi dana bagi hasil untuk program jaminan kesehatan nasional menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (6/7/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Juli 2018 08:04 WIB
Kementerian BUMN

Bisnis.com, JAKARTA – Ganjalan privatisasi BUMN dari Dewan Perwakilan Rakyat serta alokasi dana bagi hasil untuk program jaminan kesehatan nasional menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (6/7/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

DPR Ganjal Privatisasi BUMN. Jalan privatisasi dan pembentukan holding perseroan pelat merah akan kian berliku setelah masuknya poin persetujuan DPR dalam draf Rancangan Undang Undang tentang BUMN yang saat ini tengah memasuki tahap harmonisasi. (Bisnis Indonesia)

Program JKN Akan Nikmati Bagi Hasil. Pemerintah akan mengalokasikan minimal 50% dana bagi hasil atau DBH cukai hasil tembakau (CHT) untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional. (Bisnis Indonesia)

DPR Tak Restui OSS. Setelah terkendala masalah persiapan teknis, kini rencana pemerintah mengimplementasikan perizinan usaha terintegrasi daring (online single submission/OSS) mendapatkan resistensi dari Dewan Perwakilan Rakyat. (Bisnis Indonesia)

Potensi Cukai Vape Capai Rp3 Triliun. Pemerintah memperkirakan potensi penerimaan cukai dari hasil produk tembakau lainnya (HPTL) berupa vape rokok elektrik bisa mencapai Rp2 triliun-Rp3 triliun. (Bisnis Indonesia)

BEI Kantongi Mandat 21 Perusahaan. Minat korporasi untuk menghimpun dana melalui penawaran umum perdana saham pada semester II/2018 terbilang cukup tinggi, kendati kondisi pasar masih tertekan. (Bisnis Indonesia)

Ekonomi RI Hadapi Dua Tantangan. Ekonomi Indonesia semester II-2018 diperkirakan bakal makin sulit melaju lebih kencang dari semester sebelumnya. Sebab, ekonomi Indonesia menghadapi dua tantangan sekaligus, terutama dari sisi eksternal. (Kontan)

Kebijakan Moneter Ketat. Isu perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat (AS) dan China berpotensi menekan kebijakan moneter Indonesia. Sebab, perang dagang akan menjadi sentimen negatif pergerakan nilai tukar rupiah. Perang dagang akan menjadi ketidakpastian baru, selain normalisasi kebijakan moneter AS (The Fed). (Kontan)

Banyak Intervensi Rupiah, Cadangan Devisa RI Diperkirakan Susut Lagi. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2018 diperkirakan merosot tajam dibandingkan Mei 2018. Pasalnya, nilai tukar rupiah sepanjang Juni 2018 masih terus melemah hingga ke level 14.000-an per dollar AS. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top