BCA Resmi Rilis Obligasi Rp500 Miliar

PT Bank Central Asia Tbk. menerbitkan surat utang untuk mendukung ekspansi dan penguatan permodalan perseroan dengan total nilai Rp500 miliar.
Ropesta Sitorus | 06 Juli 2018 07:22 WIB
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan pada acara halal bihalal bersama wartawan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. menerbitkan surat utang untuk mendukung ekspansi dan penguatan permodalan perseroan dengan total nilai Rp500 miliar.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/7/2018), surat utang tersebut terdiri dari dua seri. Pertama, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 Seri A sebesar Rp435 miliar dengan tenor 7 tahun dan tingkat suku bunga 7,75%. 

Bagian kedua yakni Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 Seri B sebesar Rp65 miliar. Obligasi seri B tersebut dirilis dengan jangka waktu 12 tahun dan tingkat bunga 8%.  Dalam emisi kali ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat.

Sebelumnya, BCA menyatakan penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) dengan jumlah pokok Rp500 miliar dilakukan sebagai bagian dari Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia dengan total plafon senilai Rp1 triliun.

Perseroan menerbitkan surat utang dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai bank sistemik. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 14/2017, bank yang telah ditetapkan sebagai bank sistemik wajib memiliki instrumen utang atau investasi yang memiliki karakteristik modal.

Selain itu, dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap (tier 2) sesuai POJK nomor 11/2016 serta untuk meningkatkan struktur pendanaan jangka panjang.

"Dana hasil penawaran umum obligasi subordinasi seluruhnya akan digunakan perseroan untuk pengembangan usaha, terutama pemberian kredit. Bila terdapat dana hasil penawaran umum yang belum direalisasikan, perseroan akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid," kata manajemen BCA pada masa penawaran obligasi.

Tag : bca
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top