Suku Bunga Acuan Berpotensi Naik Hingga 200 Bps

Suku bunga acuan diprediksi melesat sampai dengan 200 basis points (bps) hingga 2019. Sepanjang Mei dan Juni Bank Indonesia telah menaikkan BI-7 Days Reverse Repo Rate sebesar 100 bps menjadi 5,25%.
Muhammad Khadafi | 09 Juli 2018 22:43 WIB
Bank Indonesia - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja memprediksi suku bunga acuan melesat sampai dengan 200 basis points (bps) hingga 2019. Sepanjang Mei dan Juni, Bank Indonesia telah menaikkan BI-7 Days Reverse Repo Rate sebesar 100 bps menjadi 5,25%.

Menurut dia, hal itu bisa terjadi apabila bank sentral Amerika Serikat serius untuk terus menaikkan Fed Fund Rate (FFR). Saat ini suku bunga acuan AS tersebut tercatat naik 25 bps.

“Kalau lihat kondisinya, mereka naik 25 bps, kita [Indonesia] mesti naik 50 bps,” kata Jahja di Jakarta pada Senin (9/7/2018).

Beredar isu FFR akan terus naik tiga hingga empat kali hingga akhir 2019. Kondisi tersebut akan memaksa Indonesia untuk ikut menyesuaikan.

Jahja menjelaskan kenaikan suku bunga acuan harus dilakukan untuk menyelamatkan rupiah dari tekanan global. Pasalnya, pelemahan mata uang dapat berimbas pada kestabilan kondisi perekonomian domestik yang banyak bergantung pada barang impor. “Memang pilihan yang berat, tapi kalau tidak naik juga berat.”

Dia menambahkan kenaikan suku bunga bukan hanya terjadi di AS dan Indonesia. Benua Biru juga punya rencana melakukan kebijakan moneter tersebut.

Tag : suku bunga acuan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top