Pemerintah Klaim Dana Desa Berhasil Majukan Pembangunan di Desa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim pembangunan desa melaui dana desa terus mengalami kemajuan. Tidak hanya menyasar pembangunan fisik berupa infrastruktur tapi juga pemberdayaan ekonomi pun terus digenjot.
Edi Suwiknyo | 09 Juli 2018 10:05 WIB
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Sandjojo meninjau pelebaran jalan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (26/6/2018). - Kemendes

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim pembangunan desa melaui dana desa terus mengalami kemajuan. Tidak hanya menyasar pembangunan fisik berupa infrastruktur tapi juga pemberdayaan ekonomi pun terus digenjot.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa salah satu contoh penggunaan dana desa untuk pemberdayaan ekonomi terjadi di Kabupaten Gianyar, Bali, yang merupakan pusat turis di Bali.

"Dana desa di sini sudah tersalurkan ke desa-desa 100% tahap 1 & 2, saya senang sekali. Mungkin dana desa diprioritaskan untuk membangun ekonomi desa sehingga dana desa bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya dikutip dalam laman resmi Kemendesa PDTT, Senin (9/7/2018).

Dirinya menambahkan, saat ini ada tiga isu utama permasalahan yaitu mengenai stunting, kemiskinan, dan sampah plastik. Bali salah satu daerah yang bisa mengelola sumber daya alam (SDA) sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi.

"Stunting karena kurang gizi. Coba alokasikan dana desa untuk atasi stunting. Sehingga Gianyar bebas stunting. Kemudian masalah sampah, yang akan mematikan sektor pariwisata contohnya di mangrove, jika tidak dikelola dan dikendalikan," tambahnya.

Dia melanjutkan, sampah plastik akan terurai secara fisik, nanti dimakan oleh ikan yang mengandung plastik yang beracun dan dimakan kita sehingga akan menyebabkan penyakit karena partikel plastik. "Dana desa dipakai untuk penanggulangan sampah, supaya tidak terbawa ke laut," katanya.

Menteri Eko juga mengajak masyarakat melakukan usaha pengelolaan sampah atau bank sampah melalui Badan Usaha Milik desa (BUMDes). Pengelolaan sampah, lanjutnya, bisa menghasilkan pendapatan tinggi. Contohnya yakni BUMDes Panggung Lestari di Desa Panggungharjo. Dengan mengelola bank sampah, mereka mampu meraup keuntungan lebih dari Rp4 miliar.

"Sampah-sampah organik tersebut diolah sehingga menjadi pupuk organik. Bikin biomassa. Dana desa bisa menjadi stimulus untuk ekonomi BUMDes mengelola sampah. Dengan kreativitas ini dana desa bukan jadi sumber utama tapi jadi stimulus,” sambungnya.

Tag : dana desa
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top