KABAR PASAR 10 JULI: 7 Jurus Perkuat Industri, Habis-habisan Dongkrak Ekspor

Berita seputar strategi memperkuat industri dalam negeri serta upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman perang dagang menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (10/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 10 Juli 2018 08:05 WIB
Pekerja melakukan pengecoran produk aluminium di pabrik milik Hyamn Group, di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (25/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar strategi memperkuat industri dalam negeri serta upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman perang dagang menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (10/7/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

7 Jurus Perkuat Industri. Pemerintah menyiapkan tujuh strategi memperkuat industri di dalam negeri untuk menangkal dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah depresiasi rupiah. (Bisnis Indonesia)

Saham Baru Meroket. Sebanyak lima emiten baru telah mencatatkan saham perdana di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada awal semester II/2018. Melanjutkan tren pada paruh pertama tahun ini, mayoritas saham pendatang baru membukukan kenaikan harga yang signifi kan. (Bisnis Indonesia)

Jokowi Tak Revisi APBN 2018. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk tidak merevisi Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 meski sejumlah asumsi makro telah mengalami deviasi yang sangat lebar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Presiden Joko Widodo memutuskan untuk tidak membuat APBN Perubahan 2018 karena sejumlah pertimbangan. (Bisnis Indonesia)

Regulasi dan Tata Kelola Menekan AISA. Kasus gagal bayar utang PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) akhirnya bergulir ke ranah hukum. Sinarmas Asset Management dan Asuransi Jiwa Sinarmas mengajukan proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap AISA. (Kontan)

Habis-habisan Dongkrak Ekspor. Pemerintah harus habis-habisan mendongkrak kinerja ekspor sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat. Upaya menggenjot ekspor diperlukan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan serta meningkatkan likuiditas valuta asing di dalam negeri sebagai sumber pembiayaan impor dan utang. (Investor Daily)

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top