BI Menilai Surplus Neraca Perdagangan Juni di Atas US$1 Miliar Terbuka Lebar

Bank Indonesia menegaskan peluang surplus neraca perdagangan di atas US$1 miliar pada Juni 2018 masih terbuka lebar.
Hadijah Alaydrus | 11 Juli 2018 19:05 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berbicara saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (29/6/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia menegaskan peluang surplus neraca perdagangan di atas US$1 miliar pada Juni 2018 masih terbuka lebar.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan perkiraaan sebelumnya sebesar US$900 miliar merupakan hasil dari pengumpulan data di minggu pertama dan kedua bulan Juni.

"Ini bisa lebih tinggi dari US$1 miliar," ungkap Perry di Gedung DPR RI, Rabu (11/7).

Dengan data ini, BI akan mengkalkulasi kembali perhitungan defisit transaksi berjalan pada kuartal II/2018. Kendati demikian, Perry menegaskan bank sentral telah melihat adanya potensi pelebaran defisit pada kuartal kedua kali ini yang dipengaruhi oleh faktor musiman.

Defisit transaksi berjalan tersebut dapat menyempit pada kuartal selanjutnya. Dengan demikian, dia menegaskan BI tetap melihat defisit transaksi berjalan tidak akan melampaui 2,5%. Sebelumnya, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan akan mencapai 2,3% pada tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 2,1%.

"Kami proyeksi 2,3%, sehingga net external demand-nya khusus konsumsi itu 4,9%, membuat [PDB] growth tidak bisa 5,3%," ujar Perry (25/5).

Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top