Inflasi AS Bulan Juni di Bawah Perkiraan

Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) naik 0,1% dari bulan sebelumnya setelah kenaikan 0,2% pada bulan Mei, sementara IHK inti yang tidak termasuk makanan dan energi naik 0,2%.
Aprianto Cahyo Nugroho | 13 Juli 2018 07:02 WIB
Kawasan bisnis di Washington DC, AS.

Bisnis.com, JAKARTA – Inflasi Amerika Serikat meningkat di bawah perkiraan pada bulan Juni, di tengah jatuhnya harga utilitas dan rekor penurunan biaya hotel.

Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) naik 0,1% dari bulan sebelumnya setelah kenaikan 0,2% pada bulan Mei, sementara IHK inti yang tidak termasuk makanan dan energi naik 0,2%.

Median dalam survei Bloomberg sebelumnya memperkirakan kenaikan 0,2% pada IHK utama dan inti.

Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, IHK AS tercatat naik 2,9%, terbesar sejak 2012, sementara IHK inti naik 2,3%, kenaikan terbesar sejak Januari 2017. Keduanya sejalan dengan perkiraan ekonom.

Kenaikan IHK inti mencerminkan adanya tekanan ke atas pada layanan dan beberapa barang, dengan kenaikan lapangan kerja dan belanja konsumen stabil dan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua diproyeksikan meningkat sementara hingga 4%.

“Ketika melihat pada komponen yang lebih besar, ada tekanan harga yang sederhana secara keseluruhan,” kata Thomas Simons, seorang ekonom di Jefferies LLC, seperti dikutip Bloomberg.

“Ada beberapa titik yang tidak seimbang di sana-sini di luar sektor energi yang lemah. Semuanya adalah kontributor kecil tetapi ketika ada mengalami penurunan besar dalam kategori ini, ada pengurangan yang menurunkan indeks keseluruhan,” lanjutnya.

Beberapa pejabat Fed telah mengindikasikan dalam pernyataannya bahwa overshoot sederhana tujuan inflasi tidak akan berarti laju kenaikan suku bunga yang lebih agresif, karena selama bertahun-tahun, kenaikan harga datang di bawah ekspektasi.

Tag : ekonomi as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top