Sri Mulyani: Angka Kemiskinan 9,82%, Luar Biasa

Pemerintah menyambut baik turunnya persentase tingkat kemiskinan di Indonesia per Maret 2018 menjadi 9,82% atau 25,95 juta orang, sekaligus sebagai yang terendah sepanjang masa dan memasuki era 1 digit.
Rinaldi Mohammad Azka | 17 Juli 2018 08:41 WIB
Warga beraktivitas di perkampungan nelayan di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta, Selasa (18/7). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menyambut baik turunnya persentase tingkat kemiskinan di Indonesia per Maret 2018 menjadi 9,82% atau 25,95 juta orang, sekaligus sebagai yang terendah sepanjang masa dan memasuki era 1 digit.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal ini adalah pencapaian yang luar biasa.

"Saya termasuk yang menyambutnya dengan perasaan yang istimewa, selama saya jadi Menteri Keuangan bagaimana kita turunkan kemiskinan. Persentase 9.82% ini tingkat kemiskinan pertama kali di bawah 10%," ungkapnya saat menjadi keynote speaker dalam perayaan 10 tahun PT Adaro Energy Tbk. melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Hotel Ritz-Carlton Pasific Place, Senin (16/7/2018).

Menkeu bercerita angka ini selalu mendekati 10% tapi tidak pernah tembus ke satu digit.

"Menurunkan di bawah 10% quite remarkebale achievement," ujarnya.

Sri Mulyani juga mensyukuri hasil rasio Gini yang menembus 0,389. Sehingga, dia menyimpulkan Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

Angka kemiskinan nasional per Maret 2018 lebih baik dibandingkan posisi September 2017 yang berada di level 10,12% atau 26,58 juta orang. 

Tidak hanya sejak 1970, tetapi persentase 9,82% tersebut terendah sejak metode perhitungan baru pada 1998 dan sejak pelaporan angka kemiskinan diubah pada 2011 menjadi setahun dua kali, yakni tiap Maret dan September.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan ini merupakan pertama kalinya persentase angka kemiskinan Indonesia berada di level satu digit.

Tag : kemiskinan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top