Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Dipengaruhi 3 Tren Utama, Kita Siap Menghadapinya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perekonomian global tengah mengalami tiga tren utama.
Rinaldi Mohammad Azka | 17 Juli 2018 09:59 WIB
Menkeu Sri Mulyani saat menghadiri peringatan 10 tahun IPO Adaro di Jakarta, Senin (16/7 - 2018) malam.

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perekonomian global tengah mengalami tiga tren utama. Hal ini diungkapkan saat menjadi pembicara dalam 10 tahun perayaan initial public offering (IPO) Adaro Energy, Senin (16/7/2018) malam.

"Pertama, kita lihat kebijakan yang diambil negara maju akan berpengaruh di bidang moneter adalah mulainya policy new normal. Banyak yang bilang ini adalah old normal back, karena sesungguhnya ekspansi moneter yang dilakukan ECB dan Amerika Serikat (AS) itu adalah extraordinary policy, di mana suku bunga naik dan terjadi rebalancing di seluruh dunia," jelasnya.

Menurutnya, banyak negara yang tidak siap menghadapi fenomena ini sehingga terdampak cukup besar. Indonesia menurutnya siap menghadapi situasi tersebut.

Kedua, tren perdagangan internasional, sebuah guncangan kebijakan yang diadopsi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kebijakan yang diadaptasi adalah penerapan tarif impulsif komoditas dari China, dan dari negara mitra dagang AS seperti Kanada, Eropa dan Meksiko.

Menurutnya tren ini merupakan tren yang paling menunjukkan ketidakpastian, bahkan sampai membuat Menteri Keuangan negara-negara anggota G-20 tidak bisa tidur.

"Saya bicara di berbagai kesempatan dengan rekan Menkeu negara G-20, itu juga tidak tahu apa yang dilakukan Trump dan pengaruhnya. Kekhawatiran itu menjadi lebih besar dari pada ketidakpastian itu sendiri," paparnya.

Ketiga adalah tren perubahan dan volatilitas, menurutnya, memasuki 2018 perekonomian dunai memasuki era optimisme yang tinggi tetapi berhadapan dengan perang tarif dan kenaikan suku bunga The Fed terjadi dinamika volatilitas yang tinggi.

Walaupun begitu, menurutnya harga komoditas saat ini tengah mengalami proses perbaikan. Sehingga sisi optimisme masih muncul dari perbaikan tersebut.

Terkait perubahan menurutnya saat ini perkembangan pesat teknologi menjadi suatu keniscayaan. Di satu sisi teknologi dapat meningkatkan produktivitas, tetapi di sisi lain menjadi tantangan pengembangan SDM supaya bisa mengejar inovasi teknologi.

Pemerintah menurutnya menyadari hal tersebut sehingga berfokus pada tiga hal, yakni perbaikan dan pembangunan infrastruktur; investasi pada SDM berupa mengatasi kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan stunting; serta reformasi birokrasi supaya lebih efisien.

Ke depan pemerintah akan berfokus menghadapi 'cuaca ekstrem' yang ditimbulkan dari ketiga tren tersebut dan memberikan respon melalui kebijakan fiskal maupun non-fiskal, supaya pertumbuhan ekonomi dapat tetap terjaga.

Tag : sri mulyani
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top