Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,1% Pada Semester I/2018

Hal ini dilihat dari kegiatan investasi dan impor barang yang menggambarkan sektor produksi Indonesia. Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga dan lembaga non profit juga tumbuh stabil yang disebabkan pelaksanaan bantuan sosial yang tepat waktu serta digelarnya Pilkada serentak.
Ipak Ayu H Nurcaya | 17 Juli 2018 17:00 WIB
Terminal Peti Kemas Semarang - TPKS.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1% pada semester I/2018.

Hal ini dilihat dari kegiatan investasi dan impor barang yang menggambarkan sektor produksi Indonesia. Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga dan lembaga non profit juga tumbuh stabil yang disebabkan pelaksanaan bantuan sosial yang tepat waktu serta digelarnya Pilkada serentak.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merangkum hal tersebut dalam laporan kinerja keuangan pemerintah selama semester I/2018 di Ruang Sidang Banggar DPR RI, Selasa (17/7/2018). Menurutnya, ada sejumlah poin yang ditekankan dalam kinerja keuangan negara selama periode Januari-Juni 2018.

Selain pertumbuhan ekonomi, asumsi untuk inflasi adalah 3,1%, nilai tukar Rp13.746, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 4,3%, harga minyak mentah US$67 per barel, lifting minyak 758.000 barel per hari, dan lifting gas 1,14 juta barel per hari.

Sisi lain, kinerja APBN menunjukan peningkatan. Penerimaan perpajakan tumbuh 14,3%, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) meningkat 64,2%, serta serapan belanja 34,9% lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 33,1%.

Sementara itu, penyerapan dana untuk transfer daerah dan dana desa berkisar 50,3% atau hampir sama seperti tahun lalu.

Adapun defisit semester I/2018 tercatat 0,75% atau jauh lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 1,29%. Untuk keseimbangan primer, posisi paruh pertama 2018 adalah surplus Rp10 triliun atau lebih baik dari tahun lalu yang defisit Rp68,2 triliun.

"Ada perbaikan mencapai lebih dari Rp78 triliun. Bahkan, pada semester I/2016, keseimbangan primer defisit Rp143,4 triliun. Itulah yang jadi highlight APBN semester I/2018 ini," ujar Menkeu.

Dengan demikian, Sri Mulyani menegaskan outlook akan tetap terjaga untuk tahun ini meskipun sejumlah porsi akan bergeser, seperti pajak yang lebih rendah dan PNBP lebih tinggi. Tak hanya itu, defisit akan menurun dari yang ditetapkan dalam 2,19% menjadi 2,12% sehingga menjadikan pembiayaan anggaran lebih rendah.

Pemerintah juga akan menambah Rp163,49 triliun untuk subsidi energi listrik.

Prinsipnya, pemerintah memastikan postur APBN akan sama dengan UU APBN 2018 sehingga tidak perlu perubahan.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, kemenkeu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top