Bank Mandiri Fasilitasi Kredit Mitra KimoNU

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menggandeng PT Alfa Mas Persada untuk mengucurkan Kredit Usaha Rakyat kepada pelaku usaha kecil yang tergabung dalam Mitra Kios Modern Nahdlatul Ulama atau KimoNU.
Nirmala Aninda | 17 Juli 2018 09:58 WIB
Gedung Bank Mandiri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menggandeng PT Alfa Mas Persada untuk mengucurkan Kredit Usaha Rakyat kepada pelaku usaha kecil yang tergabung dalam Mitra Kios Modern Nahdlatul Ulama atau KimoNU.

Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini diharapkan dapat membantu Mitra KimoNU dalam memperbesar skala usaha serta meningkatkan ekonomi umat. 

PT Alfa Mas Persada merupakan regulator dan koordinator program pengembangan Mitra KimoNU yang tersebar di 27.229 pondok pesantren binaan Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia. 

Pejabat Eksekutif bidang Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan pada tahap awal, fasilitas KUR ini akan dapat diakses oleh sekitar 1.000 mitra KimoNU di seluruh Jawa Barat untuk kemudian diperluas ke wilayah lain di Indonesia.

"Minimal target awalnya 300 kios yang akan menerima fasilitas ini," ujarnya di Jakarta, Senin (16/7).

Dalam kerja sama ini, Donsuwan melanjutkan, PT Alfa Mas Persada akan menyediakan data mitra kios yang memiliki latar transaksi baik minimal 6 bulan terakhir. 

Selanjutnya, data tersebut akan digunakan Bank Mandiri untuk menentukan outlet yang dapat memperoleh fasilitas kredit dengan skema KUR. 

“Dengan skema ini, UMKM mitra KimoNU akan mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan plafon maksimal Rp200 juta dengan bunga 7% per tahun. Skema ini sangat menguntungkan dan mendukung UMKM mitra KimoNU dalam mengembangkan usaha,” kata Donsuwan.

Sampai dengan Juni 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp8,52 triliun kepada 129.043 debitur. 

Dari nilai tersebut, penyaluran ke sektor produktif telah mencapai 41% dari total penyaluran atau sebesar Rp3,30 triliun sementara itu penyaluran ke sektor pertanian sebesar Rp1,62 triliun.

Penyaluran KUR ke sektor perikanan tercatat sebesar Rp23,12 miliar, penyaluran ke industri pengolahan Rp382,4 miliar dan jasa produksi sebesar Rp1,3 triliun.

Sebagai informasi data realisasi KUR sampai dengan Mei 2018 mencatatkan penyaluran dana mencapai Rp57,76 triliun dari target alokasi plafon KUR yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp120 triliun.

Donsuwan optimistis target penyaluran KUR sepanjang tahun ini sebesar Rp14,5 triliun dapat tercapai dengan meningkatkan intensitas pendekatan ke calon debitur.

Suku bunga KUR yang ditetapkan sebesar 7% tahun ini dikabarkan berpotensi mengalami kenaikan akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,52%.

Menanggapi hal ini Bank Mandiri memperkirakan adanya pengaruh terhadap pendapatan bunga dari KUR, meski demikian Donsuwan mengatakan hal tersebut dapat disiasati dengan melakukan efisiensi operasional.

"Penggunaan teknologi akan membuat bisnis lebih presisi dan [prosesnya] lebih cepat. Selama ini yang menjadi kendala bagi bank adalah mendapatkan data akurat," katanya.

Menurutnya, saat ini Bank Mandiri tengah mengimplementasikan transisi model bisnis yang lebih condong kepada penggunaan sistem digital guna mempermudah proses pengumpulan data nasabah dan meningkatkan pelayanan perbankan.

Tag : bank mandiri
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top