Likuiditas Melimpah, BNI Tahan Kenaikan Bunga Deposito

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Achmad Baiquni mengatakan belum punya rencana menyesuaikan suku bunga deposito dan kredit terhadap suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan suku bunga acuan Bank Indonesia. Hingga saat ini kemampuan perseroan mengelola dana murah semakin baik.
Muhammad Khadafi | 18 Juli 2018 21:06 WIB
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni (kiri) memberikan keterangan saat paparan kinerja semester I/2018, di Jakarta, Rabu (18/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Achmad Baiquni mengatakan belum punya rencana menyesuaikan suku bunga deposito dan kredit terhadap suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan suku bunga acuan Bank Indonesia. Hingga saat ini kemampuan perseroan mengelola dana murah semakin baik.

“Tidak perlu berlomba mencari suku bunga yang tinggi. Likuiditas kami juga masih cukup bagus,” katanya usai paparan kinerja semester I/2018 BNI di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Dia melanjutkan, sepanjang 6 bulan pertama 2018 jumlah rekening di BNI naik 39,7% menjadi 39 juta. Hal ini diikuti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sbesar 13,5% menjadi Rp526,48 triliun.

Adapun LPS menaikkan Tingkat Bunga Pinjaman senilai 25 basis poin (bps) per Rabu (18/7/2018). Keputusan tersebut diambil setelah LPS melakukan Rapat Dewan Komisioner pada Senin (16/7/2018).

Dengan kenaikan tersebut Tingkat Bunga Penjaminan untuk bank umum dalam rupiah dan valuta asing (valas) naik menjadi 6,25% dan 1,5%. Sementara itu tingkat bunga simpanan untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) naik menjadi 8,75%.

Tag : bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top