Ekspor Freeport Dorong Penerimaan Bea Keluar

Kinerja ekspor minerba menopang penerimaan bea keluar yang hingga semester I/2018 mencapai Rp3,28 triliun atau 109,1%. Sebagian besar penerimaan bea keluar berasal dari ekspor tembaga milik PT Freeport Indonesia yang mencapai Rp2,247 triliun.
Edi Suwiknyo | 20 Juli 2018 02:50 WIB
Aktivitas di tambang Freeport, Papua. - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja ekspor minerba menopang penerimaan bea keluar yang hingga semester I/2018 mencapai Rp3,28 triliun atau 109,1%. Sebagian besar penerimaan bea keluar berasal dari ekspor tembaga milik PT Freeport Indonesia yang mencapai Rp2,247 triliun.

Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan bahwa kinerja positif sekor minerba khususnya tembaga tersebut membuat penerimaan bea keluar cukup bertaji. Apalagi, sektor-sektor lain misalnya nikel juga menunjukan capaian yang signifikan.

“Secara urutan kinerja bea keluar ini karena ekspor tembaga, minerba lain, ketiga adalah turunan dari crude palm oil,” ungkap Heru di DPR, Kamis (19/7/2018).

Adapun tren positif penerimaan sektor minerba ini tak lain dikarenakan oleh naiknya harga komoditas di pasar internasional karena naiknya permintaan dari negara-negara tujuan utama.

Selain itu, dari sisi institusional, kemudahan dalam konteks perizinan kuota ekspor minerba dan tidak adannya halangan yang berarti dalam penyediaan pasokan komoditas ekspor minerba.

Secara umum penerimaan Bea Cukai pada Semester 1/2018 mencapai Rp71,9 triliun atau 37,07% dari pagu APBN 2018. Kinerja penerimaan DJBC ini terdiri atas bea masuk senilai Rp17,7 triliun, bea keluar Rp3,28 triliun, dan cukai yang hampir Rp51 triliun.

Tag : Bea Cukai
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top