PERSPEKTIF: Menghitung Berkah Ekonomi dari Asian Games 2018

Merujuk data Bappenas, sumbangsih Asian Games pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar Rp45 triliun. Ini berdampak signifikan ke dunia usaha.
Imam Nahrawi,Menteri Pemuda dan Olahraga | 23 Juli 2018 13:04 WIB
Asian Games 2018 - Asian Games 2018

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu api abadi dari India telah dipadukan dengan api abadi dari Merapen, yang menandakan bahwa Pesta Olahraga multi-event terbesar di Asia (Asian Games) XVIII tahun 2018 tinggal menghitung hari saja.

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ini merupakan kepercayaan yang diberikan oleh negara-negara di kawasan Asia kepada Indonesia yang diyakini dapat menyelenggarakan (kembali) pesta Olahraga ini setelah pada 1962 sukses melaksanakan kegiatan serupa.

Dalam penyelenggaran Asian Games XVII kali ini diharapkan Indonesia dapat mencapai empat sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses administrasi. Hal itu pernah diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo maupun Wakil Presiden Jusuf Kalla di berbagai kesempatan.

Dalam tulisan ini sedikit akan menyoroti pencapaian sukses ekonomi dalam penyelenggaraan Asian Games. Penyelenggaraan Asian Games 2018 diprediksi bisa mendatangkan dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Merujuk data Bappenas, sumbangsih Asian Games pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar Rp45 triliun. Ini berdampak signifikan ke dunia usaha. Meski pelaksanaan acara hanya di Jakarta, Palembang, dan beberapa daerah lainnya, namun dampaknya meluas ke seluruh Indonesia, terutama bagi usaha kecil menengah yang terlibat dalam produksi souvenir khas Asian Games.

Saat ini, ada 17 perusahaan yang berpartisipasi sebagai pemegang lisensi resmi. Sebanyak 15 di antaranya adalah perusahaan lokal. Dunia usaha dilibatkan untuk mendorong daya beli, termasuk juga di sektor makanan minuman serta transportasi, jasa.

Sektor konsumsi menyumbang porsi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, di mana sebesar 53%--54% di antaranya berasal dari konsumsi rumah tangga. Dengan adanya Asian Games, maka konsumsi rumah tangga akan meningkat dan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

Yang terpenting, acara ini bisa banyak menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal, perusahaan, dan UMKM, serta mendorong produksi dan meningkatkan jumlah tenaga kerja.

Sepintas memang dilihat hanya sekadar event olahraga, tetapi dampaknya luar biasa meliputi semua industri, semua lapisan, dan pemangku kepentingan. Dengan adanya event tersebut, infrastruktur Indonesia juga bertumbuh signifikan. Jika bukan karena Asian Games, mungkin pembangunan MRT akan molor dan renovasi GBK tidak sehebat saat ini. Hal ini juga pernah disampaikan oleh Ketua Kadin Rosan P. Roeslani pada suatu kesempatan.

Selain itu, sektor pariwisata akan ikut bertumbuh dengan adanya perhelatan Asian Games kali ini, di mana setidaknya ada 15.000 atlet dari 45 negara beserta 5.000 officials. Diprediksi akan ada 200 ribu wisatawan mancanegara datang terkait event tersebut. Diperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 mencapai Rp3,6 triliun. Rinciannya, pengeluaran Rp2,5 triliun di Jakarta dari konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70%. Kemudian Rp1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30%.

Selain itu, diperkirakan 88% pengeluaran dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67% pengeluaran atlet, 3,96% pengeluaran awak media, 2,34% pengeluaran officials, dan 0,77% pengeluaran sukarelawan.

Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp1,3 triliun, sementara komponen terbesar kedua transportasi Rp640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp628 miliar, pengeluaran belanja Rp560 miliar, dan pengeluaran hiburan Rp280 miliar.

Peluang ekonomi dapat dimanfaatkan dengan menggencarkan promosi Asian Games dan wisata lebih tepat sasaran, memberikan fasilitas dan kemudahan masuk ke Indonesia bagi turis mancanegara, meningkatkan kemudahan akses ke venue untuk penonton lokal, dan menyiapkan destinasi wisata serta infrastruktur pendukung.

Industri UMKM

Pada suatu kesempatan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir mengatakan momen pesta olahraga terbesar se-Asia ini telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi berbagai lapisan masyarakat. Sedikitnya 500 sampai 1.000 orang Indonesia dikontrak untuk menjadi pegawai selama 3 bulan. Ada yang bekerja sebagai panitia, relawan, hingga tukang bangunan.

Ajang Asian Games juga bakal menjadi momentum bagi industri lokal untuk mempromosikan produk mereka ke level internasional, di mana sedikitnya 400 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia terlibat. Mereka digandeng oleh 17 pemegang lisensi resmi khusus untuk pembuatan produk merchandise Asian Games 2018. Dari jumlah itu, 15 lisensi merupakan perusahaan local, di antaranya Sritex (PT Sri Rejeki Isman Tbk.) dan Brodo. Sementara dua pemegang lisensi dari luar negeri, yakni Royal Selangor dan Giordano.

Perusahaan-perusahaan pemegang lisensi dipastikan telah melalui seleksi ketat berupa kualitas produk, ketersediaan produk yang dapat diterima pasar, serta kredibilitas perusahaan. Produk yang bakal beredar dalam perhelatan, 85%-nya lokal sehingga rasanya tak perlu lagi mempertanyakan nasionalisme.

Apalagi, Direktur Merchandise Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Mochtar Sarman juga berjanji memprioritaskan perusahaan dan UMKM nasional untuk menjadi pemegang Iisensi merchandise resmi dengan 350 desain produk. Kategori produk tersebut di antaranya kerajinan tangan anyaman, fesyen, makanan, dan minuman. Suvenir dan fesyen Asian Games ini dipatok dengan harga bervariasi mulai dari Rp15 ribu hingga Rp3 juta. Masyarakat bisa memperolehnya secara online di website resmi Asian Games 2018 maupun booth resmi yang tersebar di 20 mal di Jakarta.

Selanjutnya diharapkan juga peran pemuda untuk dapat menyukseskan dan ikut terlibat dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, terutama dalam hal peluang ekonomi seperti yang diuraikan di atas, yang merupakan anugerah dari penyelenggaraan Asian Games ini.

Saya optimistis untuk Asian Games ini, yaitu tidak hanya sukses penyelenggaraan dan administrasi, tetapi juga sukses prestasi.

*) Artikel ini dimuat di koran cetak Bisnis Indonesia edisi Senin (23/7/2018). Ini laporannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Asian Games 2018

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top