Roadmap Ekonomi Syariah Segera Disusun

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan menyusun peta jalan ekonomi syariah untuk mendorong Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.
Hadijah Alaydrus | 25 Juli 2018 11:31 WIB
Pengunjung mengenakan cadar berbelanja di toko busana muslim, di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - REUTERS/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan menyusun peta jalan ekonomi syariah untuk mendorong Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan saat ini, Indonesia hanya memiliki peta keuangan ekonomi syariah yang dibuat oleh KNKS.

"Kami akan memperluas roadmap tersebut menjadi roadmap ekonomi syariah karena sekarang menyadari industri keuangan syariah kita bisa berkembang kalau industri halalnya berkembang," tegasnya, Rabu (25/7/2018).

Dalam industri halal, posisi Indonesia masih menjadi pasar karena masih mengimpor baju muslim dan makanan, serta beberapa produk halal lainnya. Ke depannya, Bambang berharap Indonesia dapat menjadi eksportir dalam rantai pasok halal global.

Ekspor produk halal Indonesia tercatat baru mencapai US$35.4 miliar atau 21% dari total ekspor 2017. Dari persentase tersebut, produk ekspor industri halal masih berbasis pada Sumber Daya Alam (SDA), seperti CPO dan batu bara.

"Kami harapkan bisa mengekspor produk-produk yang tidak berbasis SDA tapi olahan, termasuk makanan," lanjutnya.

Untuk mendorong rencana ini, Indonesia disebut perlu menyusun strategi. Pertama, Indonesia harus menjaga dulu potensi yang sudah dimiliki agar jangan sampai hilang.

Kedua, langkah yang paling sulit adalah pengembangan pasar dan penciptaan produk.

"Ini yang akan jadi fokus pada 2019," tutur Bambang.

Ketiga, pemerintah akan memfasilitasi ekspor dan mengatur impor. Keempat, Indonesia perlu menyasar pasar ekspor baru bagi industri halal.

Pasar Indonesia selama ini masih terfokus di India dan China. Padahal, pasar Afrika memiliki potensi yang besar, didukung oleh jumlah penduduk yang mencapai 1 miliar jiwa dengan populasi muslim sekitar 40%.

Rusia juga dipandang dapat menjadi pasar potensial ke depannya.

Lebih lanjut, pemerintah melihat salah satu aspek yang sudah cukup kompetitif adalah halal tourism atau pariwisata halal. Berdasarkan data United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Highlights per 2016, Indonesia berada dalam posisi 5 besar destinasi pariwisata halal dunia dengan penerimaan devisa negara mencapai US$13 miliar dan kontribusi ke PDB sebesar US$57,9 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
syariah, ekonomi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top