BI Proyeksi Inflasi Juli 0,25%

Survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Indonesia di beberapa kota menunjukkan laju inflasi Juli tetap terkendali. Inflasi minggu keempat Juli berada di kisaran 0,25% (month to month/mtm).
Hadijah Alaydrus | 27 Juli 2018 16:47 WIB
Ilustrasi: Pekerja mengambil telur di kandang ayam di Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/9). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA--Survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Indonesia di beberapa kota menunjukkan laju inflasi Juli tetap terkendali. Inflasi minggu keempat Juli berada di kisaran 0,25% (month to month/mtm).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan jika dibandingkan dengan periode Lebaran plus satu bulan 2015-2017, inflasi minggu keempat Juli cukup terkendali.

Dari periode 2015 -- 2017, inflasi Lebaran plus 1 yang tertinggi itu 0,39% dan terendah 0,2%.

"Jadi sebenarnya di bawah dari titik tertinggi. Memang ada kenaikan tetapi dibandinkan pada survei minggu pertama," ujar Mirza di Gedung BI, Jumat (27/7/2018).

Dari survei minggu keempat tersebut, inflasi tahun kalender sebesar 2,15% (year to date/ytd) dan tahunannya sebesar 3,16% (year on year/yoy).

Adapun, pemicu inflasi Juli 2018 ini berasal dari bahan pangan, antara lain telur ayam ras yang naik 14% (mtm), daging ayam ras 6,9% (mtm) dan cabe rawit 19% (mtm).

Sementara itu bahan pangan yang mengalami deflasi antara lain daging sapi sebesar 1,35%, bawang putih 4,7%, dan cabai merah sebesar 6,6%.

Beras, kata Mirza, tercatat stabil dengan harga yang mengalami deflasi sebesar 0,03%.

Dari proyeksi tahunan inflasi sebesar 3,16%, Mirza menegaskan BI melihat persentase inflasi tersebut cukup aman karena sesuai dengan sasaran 2,5% -- 3,5%.

Namun, dia mengingatkan angka tersebut hanya survei BI. Persentase laju inflasi dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli baru akan diumumkan BPS pada 1 Agustus 2018.

Tag : Inflasi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top