SBSN Biayai Proyek di Kemenag Senilai Rp6,34 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Keuangan melalui proyek pembiayaan SBSN mencatat telah menggelontorkan sekitar Rp6,34 triliun untuk mendanai kegiatan di lingkungan Kementerian Agama sejak 2014.
Ipak Ayu H Nurcaya | 29 Juli 2018 20:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan melalui proyek pembiayaan SBSN mencatat telah menggelontorkan sekitar Rp6,34 triliun untuk mendanai kegiatan di lingkungan Kementerian Agama sejak 2014.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk pembangunan proyek Asrama Haji, Kantor Urusan Agama dan Manasik Haji, Madrasah, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, untuk pembiayaan SBSN untuk gedung perkuliahan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) rutin dilakukan sejak 2015 dengan akumulasi nilai pembiayaan sampai dengan tahun ini mencapai Rp3,53 triliun.

"Total sebanyak 54 PTKIN dari total 57 telah mendapatkan pembiayaan dari SBSN secara bergantian setiap tahun," katanya melalui siaran pers, Minggu (29/7/2018).

Pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen SBSN yang diterbitkan oleh Pemerintah sejak 2008.

Dari tahun ke tahun, pembiayaan proyek melalui SBSN menunjukkan angka yang semakin meningkat, baik dari jumlah K/L yang menjadi pemrakarsa proyek, nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah proyek yang di bangun, maupun sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan lokasi proyek SBSN yang dikerjakan.

Sebagai gambaran pada 2014, 2015, 2016, dan 2017 proyek-proyek yang dibiayai melalui SBSN tersebut berturut turut sebesar Rp1,57 triliun, Rp7,13 triliun, Rp13,67 Triliun, dan Rp16,76 Triliun.

Adapun pada tahun anggaran 2018, nilai pembiayaan proyek SBSN tersebut meningkat menjadi Rp22,53 triliun, yang terdiri dari 587 proyek yang tersebar di 34 provinsi pada 7 K/L, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama dan Kementerian PUPR, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Standardisasi Nasional.

Perinciannya, 15 proyek infrastruktur perkeretaapian pada Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dengan nilai Rp7 triliun.
Lalu 101 proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada Direktorat Jenderal Bina Marga pada Kemen PU-PR dengan nilai pembiayaan Rp7,50 triliun.

Ada juga 144 proyek infrastruktur pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung, serta pengelolaan drainase utama perkotaan pada Ditjen Sumber Daya Air Kemen PU-PR dengan nilai pembiayaan Rp5,28 triliun dan 8 proyek embarkasi haji di Ditjen Pengelolaan Haji dan Umrah Kemenag senilai Rp350 miliar.

Selain itu, 34 pembangunan sarana dan fasilitas gedung Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan 32 madrasah di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag senilai Rp1,5 triliun.

Ada pula, 245 proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung balai nikah dan manasik haji di Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag senilai Rp355 miliar dan 3 proyek pembangunan taman nasional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan senilai Rp51 miliar.

Serta, 2 proyek pengembangan gedung perguruan tinggi di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi senilai Rp315 miliar.

Terakhir, 1 proyek pengembangan laboratorium di Badan Standarisasi Nasional senilai Rp50 miliar dan 2 proyek pembangunan laboratorium di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia senilai Rp120 miliar.

Tag : sukuk negara
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top