Ini Prediksi Kehidupan dan Bisnis dalam 10 Tahun ke Depan

Era platform telah melanda dunia, tetapi di Indonesia hal itu belum diantisipasi dengan baik. Tidak banyak perusahaan nasional besar, tulis Rhenald, yang terpanggil untuk mengembangkan perangkat lunak yang mampu menjadi platform.
M. Taufikul Basari | 30 Juli 2018 12:27 WIB
Rhenald Kasali - rhenaldkasali.com

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak fenomena kehidupan dan bisnis yang telah kita jalani hingga saat ini, namun terkadang tidak bisa kita jelaskan atau pahami. Itu pula yang dialami pelaku usaha mapan, yang akhirnya tergerus oleh fenomena disrupsi.

Salah satu akademisi dan guru manajemen di Tanah Air yang mampu menjelaskan dengan bahasa yang lincah soal perubahan itu adalah Rhenald Kasali. Guru Besar Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini sudah banyak dikenal karena ulasannya yang bernas soal dusrupsi, fenomena yang mengubah lansekap kehidupan sehari-hari manusia.

Baru-baru ini Rhenald meluncurkan buku The Great Shifting, yang jadi bagian dari seri ‘Disruption.’ Buku ini menjelaskan berbagai fenomena perubahan terkini yang dimotori oleh teknologi dan mengubah berbagai sendi-sendi kehidupan.

Buku setebal lebih dari 500 halaman ini ditulis dengan bahasa yang mudah diahami awam, dengan gaya bertutur Rhenald yang seorang dosen, dan membuai lewat berbagai sisipan cerita unik dari berbagai belahan bumi, tentu terkait dengan topik yang dibahas.

Salah satu yang menarik adalah soal 10 prediksi kehidupan dan bisnis dalam 10 tahun ke depan yang jadi semacam kesimpulan penting dari buku tersebut. Berikut 10 prediksi Rhenald:

  1. Kehidupan dan bisnis akan berpindah secara massif ke dalam platform. Platform adalah poin penting untuk memahami disrupsi dan beradaptasi dengan perubahan itu. “Melalui buku ini, kita mengharapkan adanya pemikiran-pemikiran baru untuk membangun bangsa berdasarkan platform,” tulis Rhenald dalam prolog, yang Bisnis kutip, Senin (30/7/2018).
  2. Menurut Rhenald, dampak perpindahan kehidupan dari dunia lama ke platform tidak hanya terbatas pada aspek yang ramai dibicarakan, melainkan juga pada cara, metode berusaha (dari owning economy ke sharing, dari product-based ke platform, dari pendekatan tunggal ke ambidextrous), dan meluas menjadi multi-industri. Perubahan ini akan memaksa bangsa-bangsa untuk lebih giat meremajakan peraturan lama, membuat regulasi baru, serta mengubah cara pandang dalam pengelompokan industri dan penciptaan lapangan kerja baru.
  3. Siapapun pemimpinnya, negara akan terus menghadapi tekanan, baik dari pemian ekonomi lama (inkamben) maupun pendatang baru, sampai munculnya para pelaku baru yang berhasil keluar sebagai pemain utama.
  4. Berbagai pekerjaan yang kita kenal pada abad 20 perlahan-lahan akan digantikan oleh pekerjaan baru yang lebih berbasiskan teknologi. Pekerjaan lama akan tetap dibutuhkan sepanjang pelaku bisa memperkaya diri dengan aplikasi teknologi.
  5. Tak akan ada lagi tempat (dalam dunia kerja) bagi kelompok medioker yang kurang menuntut diri untuk belajar kembali atau bermental penumpang. Bahkan, ijazah dari perguruan tinggi terbaik pun tidak cukup untuk mengantarkan diri ke jenjang yang lebih tinggi bila penggemblengan mental diri tidak dilakukan.
  6. Pendidikan akan mengalami tekanan besar perubahan dari cara pengajaran, teknologi, dan standar kualitas. Algoritma dan kecerdasan artifisial akan berpengaruh signifikan terhadap proses pembelajaran.
  7. Pendekatan “what to learn” akan menjadi usang dan digantikan “how to learn.”
  8. Salah satu teknologi yang akan sangat berpengaruh dalam kegiatan ekonomi adalah 3D printing yang akan memasuki segala bidang kehidupan.
  9. Data dan informasi dari menjadi basis penting dalam perekonomian dan menjadi senjata strategis dalam persaingan.
  10. Ketika penduduk dunia semakin bergeser ke kota dan membentuk megacities, Indonesia akan berpaling ke desa. Desa akan menjadi tumpuan utama kehidupan dengan wajah ekonomi dan teknologi yang berbeda dengan yang kita lihat hari ini.

Era platform telah melanda dunia, tetapi di Indonesia hal itu belum diantisipasi dengan baik. Tidak banyak perusahaan nasional besar, tulis Rhenald, yang terpanggil untuk mengembangkan perangkat lunak yang mampu menjadi platform. Salah satu alasannya adalah gagasan platform sendiri belum benar-benar dipahami dan ditindaklanjuti.

Buku The Great Shifting adalah buku ke-39 dalam 32 tahun karier Rhenald sebagai seorang pendidik. Pada 2016 ia dinobatkan sebagai Global Guru in Management oleh lembaga Global Gurus.

Tag : ekonomi
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top