AS Siapkan Program Investasi di Indo Pasifik

AS bakal mengumumkan sejumlah inisiatif investasi di AS dengan penekanan pada ekonomi digital, energi, dan infrastruktur.
Annisa Margrit | 30 Juli 2018 17:15 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) besama para pemimpin ekonomi negara APEC saat melakukan dialog antara Pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). - ANTARA/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA -- AS bakal mengumumkan sejumlah inisiatif investasi di AS dengan penekanan pada ekonomi digital, energi, dan infrastruktur.

"Indo Pasifik adalah prioritas utama pembuat kebijakan AS, termasuk di eksekutif dan Kongres," papar penasihat kebijaka senior Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Brian Hook, seperti dilansir Reuters, Senin (30/7/2018).

Inisiatif investasi itu bakal disampaikan oleh Menlu AS Mike Pompeo dalam acara Kamar Dagang dan Industri AS di Washington, AS.

Acara tersebut juga dikabarkan bakal dihadiri oleh Menteri Energi AS Rick Perry, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, dan pejabat Pemerintah Jepang, Australia, Singapura, India, serta Indonesia.

Hook mengklaim pendekatan ini tidak diluncurkan untuk mengantisipasi program Belt and Road Initiative milik China.

"Proyek itu dibuat di China, dibuat untuk inisiatif China. Cara kami adalah dengan memberi peran yang tidak besar kepada pemerintah dan fokus membantu pebisnis untuk maksimal bekerja," terangnya.

Meski AS disebut menyambut kontribusi China dalam pengembangan di regional, tapi China diharapkan mematuhi standar internasional termasuk transparansi, aturan yang berlaku, dan pembiayaan berkelanjutan.

"Kami tahu bahwa model pendekatan ekonomi AS adalah yang paling sehat bagi negara-negara di kawasan itu. Berkualitas tinggi, transparan, dan pembiayaannya berkelanjutan," lanjut Hook.

Rencana inisiatif investasi ini sebelumnya sudah disampaikan oleh Pemerintah AS pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC pada tahun lalu.

Kadin AS menyebutkan ekonomi negara-negara di Indo Pasifik bisa mencakup separuh perekonomian dunia di masa depan. Namun, kawasan itu terlebih dulu membutuhkan investasi hampir US$26 triliun untuk bisa memenuhi potensinya.

Negara-negara di wilayah ini sudah dilanda kekhawatiran di tengah kebijakan Presiden AS Donald Trump yang cenderung proteksionis, disusul oleh keluarnya AS dari Trans Pacific Partnership (TPP), dan perang dagang dengan China.

Sumber : Reuters

Tag : asia pasifik, amerika serikat
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top