Atasi Defisit Neraca Pembayaran, Luhut Minta Pendapat Bankir

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dijadwalkan bertemu dengan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Treasury Bank Mandiri Darmawan Junaidi pagi tadi, Senin (30/7/2018).
Nirmala Aninda | 30 Juli 2018 20:23 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) memberikan keterangan pers usai memimpin Lokakarya Penataan Sungai Citarum, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/11). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dijadwalkan bertemu dengan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Treasury Bank Mandiri Darmawan Junaidi pagi tadi, Senin (30/7/2018).

Rapat yang berlangsung pada 09:30 berlangsung selama kurang lebih satu jam. Usai bertemu dengan Luhut, Kartika langsung berjalan menuju kendaraannya dan enggan berkomentar soal materi perbincangan di dalam. "Rahasia. Ngomongin dolar," guraunya ketika ditemui awak media.

Pada kesempatan yang sama, Tiko, sapaan akrabnya, menyempatkan diri untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait devisa hasil ekspor (DHE), deposito valuta asing dan target pertumbuhan aset perseroan..

Sampai dengan kuartal II/2018 likuiditas valuta asing (valas) memang mengalami perlambatan pertumbuhan khususnya pada porsi dana mahal atau deposito. Sejumlah pelaku industri perbankan berpendapat hal ini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah gejolak  ekonomi global yang berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Selain itu penyesuaian suku bunga acuan The Fed sebanyak dua kali sampai dengan Juni 2018 menjadi sebesar 1,75% - 2% membuat Bank Indonesia juga harus melakukan penyesuaian. Hingga saat ini Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 100 bps menjadi 5,25%.

Sampai dengan April 2018,  Statistik Sistem Keuangan Indonesia mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga valas  tumbuh 2,08% menjadi sebesar Rp738,9 triliun. 

Sementara itu, kredit valas mengalami pertumbuhan 12,03% secara year on year menjadi sebesar Rp718,7 triliun, mewakili sekitar 15% dari total kredit perbankan.

Tag : Luhut Pandjaitan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top