Tingkat Keterampilan Perempuan Sebagai Menteri Keuangan Keluarga

Perempuan dapat dikatakan sebagai critical economic player di Indonesia, mengingat banyak keputusan ekonomi penting mulai dari tingkat keluarga hingga negara diputuskan oleh seorang perempuan.
Asteria Desi Kartika Sari | 07 Agustus 2018 14:56 WIB
Literasi keuangan perempuan - Asteria Desi Kartikasari

Bisnis.com, JAKARTA-- Perempuan dapat dikatakan sebagai critical economic player di Indonesia, mengingat banyak keputusan ekonomi penting mulai dari tingkat keluarga hingga negara diputuskan oleh seorang perempuan.

Kendati demikian, berdasarkan hasil Survei Nasional Otoritas Jasa Keuangan 2016 menunjukan tingkat literasi dan inklusi keuangan pada perempuan masih rendah, yaitu sebesar 25,5% dan 66,2% atau lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki sebesar 33,2% dan 69,6%.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang Martha Samosir mengatakan, OJK sangat mengapresiasi dan mendukung program Ibu Berbagi Bijak yang dilakukan oleh PT Visa Worldwide Indonesia (Visa).

"Ini sangat bagus ditularkan untuk membantu menyejahterakan ibu rumah tangga sebagai menteri keuangan keluarga. Kalau menteri keuangan keluarga tak dapat mengatur keuangan hancurlah keluarga itu," jelas Sondang di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Dia mengatakan semakin tinggi angka literasi keuangan dalam masyarakat, maka akan semakin sejahtera pula suatu negara.

Oleh karena itu, melalui kesukseaan program yang dilakuakan Visa di tahun sebelumnya dapat terulang kembali bahkan lebih sukses, untuk membantu meningkatkan literasi keuangan Indonesia yang ditargetkan mencapat 35% pada 2019.

"Kani berharap masyarakat sebanyak 200.000 yang sudah dicerdaskan bisa bertambah berkali lipat," katanya.

 

 

Tag : literasi keuangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top