Presiden Jokowi dan PM Korsel Sepakat Percepat RCEP Plus 6

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon sepakat untuk mempercepat negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Plus 6.
Amanda Kusumawardhani | 20 Agustus 2018 16:47 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kehadiran Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon di Istana Negara, Senin (20/8/2018). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon sepakat untuk mempercepat negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Plus 6.

Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi mengatakan bahwa kesepakatan untuk mempercepat negosiasi tersebut untuk mengantisipasi kondisi perekonomian global yang sedang dilanda perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

"Beliau berdua sepakat bahwa situasi dunia, termasuk ekonomi sedang tidak menentu. Kedua pemimpin berharap RCEP ini dapat segera diselesaikan negosiasinya. karena kalau selesai, pesan kuat akan keluar bahwa integrasi ekonomi Asia berjalan baik," ujarnya di Istana Merdeka, Senin (20/8/2018).

Retno menyampaikan pembahasan RCEP Plus 6 sudah memakan waktu hingga bertahun-tahun. Hingga saat ini, hambatan yang ada masih berkutat pada kepentingan masing-masing negara yang menjadi anggota dari kesepakatan ekonomi regional tersebut.

"Kita berharap pada akhir tahun ini sudah selesai. Tapi kita lihat perkembangannya seperti apa. Betul yang disampaikan Presiden, PM Korsel, kalau RCEP ini selesai, maka akan kirim pesan kuat soal integrasi ekonomi kawasan karena ini terdiri dari 10 ASEAN plus enam pemain besar di Asia," jelasnya.

Berdasarkan data Kemendag, total nilai perdagangan RI dengan calon anggota RCEP mencapai US$212 miliar atau sekitar 65% dari total nilai perdagangan luar negeri Indonesia sejumlah US$325 miliar.

Dalam perundingan intersesi menteri RCEP putaran kelima di Tokyo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar para peserta mengedepankan fleksibilitas dalam perundingan guna mewujudkan pakta perdagangan tersebut. 

Tidak hanya itu, dia menilai beberapa negara mitra Asean tidak punya hubungan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA). Misalnya, antara India dan China, yang mengakibatkan kesepakatan RCEP sulit dicapai.

RCEP Plus 6 diluncurkan sejak 2013 yang melibatkan 10 negara Asean dan enam negara kawasan Asia Pasifik yakni China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru.

Tag : jokowi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top